Produktivitas perusahaan selama ini kerap dikaitkan dengan keterampilan, pengalaman, dan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun, ada faktor lain yang tidak kalah penting, yakni kemampuan pekerja menghadapi tekanan dan beradaptasi dengan perubahan. Di tengah ketidakpastian ekonomi, percepatan teknologi, dan meningkatnya tantangan kesehatan, perusahaan perlu memperhatikan kondisi tenaga kerjanya. Karyawan yang memiliki kemampuan beradaptasi dan pulih dari tekanan dinilai lebih siap menghadapi perubahan di lingkungan kerja.
Temuan Global People Resilience Study 2026 yang dikembangkan Zurich bersama sejumlah akademisi menunjukkan adanya hubungan antara ketahanan diri (resilience) dan kinerja karyawan. Sebanyak 88 persen pekerja dengan tingkat resilience tertinggi melaporkan kinerja baik atau sangat baik. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan tingkat resilience terendah, yakni 44 persen.
Temuan ini memperlihatkan bahwa produktivitas tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Ada sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan perusahaan untuk menjaga kinerja tenaga kerjanya. Berikut tiga alasan ketahanan karyawan penting bagi produktivitas dan keberlanjutan bisnis.