Harga Minyak Dunia Turun 16 Persen Sepekan, Kini di Bawah 95 Dolar AS

Harga minyak Brent berada di 94,593 dolar AS per barel pada Kamis (5/11/2026), turun 0,03 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Brent turun sekitar 16 persen sepanjang pekan ini, setelah hasil pemilu AS dan pemulihan pasokan minyak dari Teluk Persia.
Harga minyak mentah AS juga melemah ke 87,942 dolar AS per barel, meski masih naik secara tahunan.
Jakarta, IDN Times - Harga minyak mentah acuan global Brent melemah pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Harganya turun hampir 9 persen pada perdagangan sebelumnya hingga menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir.
Berdasarkan data Trading Economics pukul 07.55 WIB, harga minyak Brent berada di level 94,593 dolar AS per barel. Angka tersebut turun 0,027 dolar AS atau 0,03 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Secara bulanan, harga Brent telah terkoreksi 5,94 persen. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harganya masih mencatatkan kenaikan 49,26 persen.
1. Hasil pemilu AS ikut menekan harga minyak

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat) Penurunan harga minyak terjadi setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat (AS). Hasil tersebut memunculkan ekspektasi bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan menghadapi tekanan lebih besar untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Trump mengakui Partai Republik mengalami kekalahan yang sebagian besar berkaitan dengan konflik tersebut. Kenaikan harga bensin juga menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap hasil pemilu.
Meski demikian, Trump belum menunjukkan rencana untuk meningkatkan serangan militer terhadap Iran dalam waktu dekat.
"Kongres AS yang dikuasai Partai Demokrat berpotensi membatasi pendanaan militer untuk operasi di kawasan Timur Tengah. Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, juga berjanji akan mendorong penghentian konflik tersebut," demikian dikutip dari Trading Economics.
2. Pasokan minyak dari Teluk Persia mulai pulih

Ilustrasi sumur minyak. (IDN Times/Arief Rahmat) Di tengah perkembangan konflik, ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk Persia mulai menunjukkan pemulihan. Pasokan minyak dari kawasan tersebut bahkan telah melampaui permintaan dalam jangka pendek.
"Ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk Persia mulai pulih, dengan pasokan yang melampaui permintaan dalam jangka pendek," tulis Trading Economics.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Secara keseluruhan, harga minyak Brent telah turun sekitar 16 persen sepanjang pekan ini.
3. Harga minyak mentah AS juga melemah
.jpg)
Ilustrasi Penurunan Harga Minyak (IDN Times/Arief Rahmat) Pelemahan juga terjadi pada harga minyak mentah acuan Amerika Serikat atau West Texas Intermediate (WTI). Harga minyak mentah AS berada di level 87,942 dolar AS per barel. Angka tersebut turun 0,178 dolar AS atau 0,20 persen dalam perdagangan harian.
Secara bulanan, harga minyak mentah AS terkoreksi 1,63 persen. Namun, secara tahunan masih mencatatkan kenaikan 48,04 persen.











![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)










