Ilustrasi pekerja Telkom Akses. (dok. Telkom Akses)
Transformasi perusahaan juga menempatkan sumber daya manusia sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan. Irphan menilai teknologi dan strategi merupakan enabler, sementara kualitas manusia menjadi faktor yang menentukan kemampuan perusahaan dalam menciptakan keunggulan kompetitif.
Oleh karena itu, Telkom Akses mendorong pengembangan Future Ready Talent dengan lima karakter utama, yaitu Integrity, Digital Mindset, Customer Experience Centric, Learning Agility, danCollaboration.
Pengembangan talenta dilakukan melalui berbagai program seperti coaching, mentoring, cross assignment, succession planning, dan individual development plan, dengan memperkuat prinsip meritokrasi dalam pengembangan karier.
Khusus bagi teknisi yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, pengembangan kompetensi tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi dan emotional intelligence.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat peran teknisi sebagai representasi perusahaan di lapangan.
Di samping transformasi operasional, digitalisasi, dan pengembangan talenta, Telkom Akses memperkuat budaya perusahaan melalui nilai TRUST, yakni: Teamwork, Responsibility, Uncompromised Integrity, Service Excellence, dan Transformation Mindset.
Nilai TRUST menjadi landasan bagi seluruh Warrior Telkom Akses untuk membangun kolaborasi lintas fungsi, memiliki ownership terhadap hasil pekerjaan, menjunjung tinggi integritas, mengutamakan kualitas layanan, serta terbuka terhadap perubahan dan pemanfaatan teknologi.
“Kompetensi bisa dipelajari, sementara karakter tidak mudah dibangun dan membutuhkan proses. Saya ingin budaya perusahaan bergerak dari Command & Control menjadi Empower & Collaborate, serta dari Activity Based menjadi Outcome Based,” tutur Irphan.