ICEx Group Dorong Kesiapan Institusi Hadapi Stablecoin dan Tokenisasi

- ICEx Group menggelar Institutional Summit di Bali pada 21 Agustus 2026 sebagai bagian Coinfest Asia, mempertemukan regulator, institusi, dan pelaku teknologi membahas stablecoin, tokenisasi, serta RWA.
- Forum menekankan adopsi aset digital institusional memerlukan standardisasi infrastruktur, penyelesaian transaksi, manajemen risiko, likuiditas, dan kesiapan operasional, di tengah 22,69 juta investor kripto Indonesia pada Juni 2026.
- ICEx Group menandai kolaborasi ICC-Ceffu, ICC-BitGo, dan CACI-Bank Nobu untuk infrastruktur kustodian serta kliring, sambil mendorong tokenisasi yang memperhatikan regulasi, distribusi, dan kebutuhan institusi.
Jakarta, IDN Times – ICEx Group menggelar Institutional Summit Powered by ICEx Group pada 21 Agustus 2026 di Bali. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Coinfest Asia 2026.
Sebagai salah satu forum institusional pertama dengan format serupa di Coinfest Asia, Institutional Summit mempertemukan pelaku pasar, regulator, institusi keuangan, penyedia infrastruktur, hingga pemimpin teknologi. Mereka membahas bagaimana inovasi digital finance dapat diterjemahkan menjadi peluang nyata.
Sejumlah topik yang dibahas di Summit ini antara lain peran stablecoin dalam pembayaran korporasi di Asia, kesiapan institusi mengadopsi aset yang ditokenisasi, potensi pengembangan real-world assets (RWA), serta tokenized money market funds.
1. Institusi butuh lebih dari sekadar inovasi teknologi

Ilustrasi remaja produktif memantau aset digital lewat laptop. (freepik.com/benzoix) Satu tema utama mengemuka dalam acara ini. Institusi tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga kejelasan dan standardisasi dalam berbagai aspek, mulai dari infrastruktur, penyelesaian transaksi, manajemen risiko, likuiditas, hingga kesiapan operasional.
Pembahasan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan pasar aset digital Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor kripto mencapai 22,69 juta dengan nilai transaksi Rp28,58 triliun pada Juni 2026.
"Kami melihat pasar aset keuangan digital Indonesia yang semakin besar dan matang, sementara peluang berikutnya jauh lebih luas, mulai dari stablecoin dan tokenized funds hingga real-world assets," ujar CEO ICEx Group, Kai Hamza Pang, dalam keterangannya.
2. ICEx Group tandai tiga kolaborasi strategis

ilustrasi aset digital (unsplash.com/André François McKenzie) Dalam rangkaian kegiatan ICEx Group di Coinfest Asia 2026, ada tiga kolaborasi strategis yang hadir. Kolaborasi itu mencakup ICC dengan Ceffu, ICC dengan BitGo, serta CACI dengan Bank Nobu.
Ketiga kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur kustodian dan kliring yang memenuhi standar institusional.
"Percakapan dalam Institutional Summit menunjukkan pergeseran industri dari mengeksplorasi apa yang mungkin dilakukan menuju pemahaman mengenai apa yang dibutuhkan untuk menerapkan aset digital secara aman dan dalam skala besar," kata Managing Director BitGo, Abel Seow.
3. Tokenisasi tak cukup hanya mengandalkan teknologi

Ilustrasi aset digital (pexels.com/Leeloo The First) Finance and Risk Management Director ICEx Group, Rizky Indraprasto, mengungkapkan fokus pembahasan soal tokenisasi kini mulai bergeser. Pertanyaannya bukan lagi sebatas apakah sebuah aset bisa ditempatkan secara on-chain, tetapi apakah aset tersebut mampu memperoleh adopsi institusional secara nyata.
Dia menilai terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan untuk mencapai hal tersebut. Faktor itu mencakup likuiditas, penyelesaian transaksi, regulasi, distribusi, hingga kebutuhan institusi yang nantinya menggunakan produk tersebut.
"Untuk itu, kita perlu melihat lebih jauh dari sekadar teknologi, mulai dari likuiditas, penyelesaian transaksi, regulasi, dan distribusi, hingga kebutuhan institusi yang akan menggunakan produk tersebut," kata Rizky.
Melalui Institutional Summit, ICEx Group terus mendorong dialog antara regulator, institusi, penyedia infrastruktur, dan pemimpin teknologi. Upaya tersebut untuk menerjemahkan inovasi keuangan digital menjadi peluang yang lebih konkret bagi Indonesia dan pasar Asia.










![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter Spongebob, Bisa Betul Semua?](https://image.idntimes.com/post/20260426/untitled_ed317754-35d8-4cfe-9cfd-5824b065d8cf.png)







![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu Akan Sukses? Cari Tahu Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20240726/pexels-minan1398-1134190-67cbd4c42daa4906a548a933aa986dd0.jpg)


