Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Andi Gani Sebut Investor Lari ke Vietnam, Buruh Siap Studi Banding
Presiden SPSI Andi Gani saat audiensi bersama pimpinan DPR. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Andi Gani menyoroti investor yang banyak beralih ke Vietnam, meski negara itu 10 tahun lalu dinilai tertinggal dari Indonesia.
  • KBPBI dan Apindo sepakat membentuk tim perumus untuk studi banding ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina guna membandingkan kondisi investasi.
  • Selama tiga hari, buruh akan bertemu menteri tenaga kerja serta pimpinan konfederasi buruh untuk mengkaji aturan dan layanan investor; jadwal belum pasti, biaya dari iuran buruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10 tahun sebelumnya

Vietnam disebut masih jauh tertinggal dari Indonesia dalam menarik investasi.

saat ini

Vietnam dinilai telah menarik banyak investor yang beralih dari Indonesia.

selama 3 hari

Buruh berencana melakukan studi banding ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina untuk bertemu menteri tenaga kerja serta presiden konfederasi buruh.

Hingga saat ini

Tanggal keberangkatan studi banding belum dipastikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia dan Apindo merencanakan studi banding buruh ke empat negara Asia Tenggara untuk membandingkan kondisi investasi dengan Indonesia.
  • Who?
    Andi Gani, KBPBI, Apindo, para buruh Indonesia, Menteri Tenaga Kerja, serta presiden konfederasi buruh di Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina akan terlibat.
  • Where?
    Studi banding direncanakan berlangsung di Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina; pembentukan rencana tersebut disampaikan di Jakarta.
  • When?
    Perjalanan direncanakan selama tiga hari, tetapi hingga saat ini belum ada kepastian mengenai tanggal keberangkatan.
  • Why?
    Kegiatan ini ditujukan untuk mengkaji aturan investasi dan kecepatan pelayanan investor di negara pembanding, setelah Andi Gani menyoroti banyak investor beralih ke Vietnam.
  • How?
    KBPBI dan Apindo sepakat membentuk tim perumus bersama. Para buruh akan bertemu pejabat ketenagakerjaan dan konfederasi buruh setempat, dengan biaya dari iuran buruh tanpa APBN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak investor sekarang pergi ke Vietnam. Andi Gani dan para buruh mau belajar ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina selama tiga hari. Mereka ingin tahu kenapa investor memilih negara itu dan melihat aturan investasi di sana. Biayanya dari uang iuran buruh, bukan uang negara. Tanggal pergi masih belum pasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana studi banding yang disepakati buruh dan pengusaha menunjukkan upaya bersama untuk memahami faktor di balik daya tarik investasi di negara-negara Asia Tenggara. Dengan bertemu langsung para pemangku kepentingan dan menelaah aturan serta pelayanan investor, inisiatif ini dapat memperkaya perspektif buruh, sementara pembiayaan mandiri mencerminkan komitmen tanpa membebani APBN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani, menyoroti banyaknya investor yang beralih ke Vietnam. Hal tersebut mendorong KSPSI untuk mengadakan studi banding para buruh ke beberapa negara Asia Tenggara.

Rencana studi banding ini berdasarkan kesepakatan antara Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), untuk membentuk tim perumus bersama. Studi banding tersebut akan dilaksanakan di Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Studi banding ini dilakukan selama tiga hari untuk bertemu Menteri Tenaga Kerja dan para Presiden Konfederasi Buruh dari empat negara tersebut. Hal itu bertujuan agar pihaknya mengetahui perbandingan investasi antara Indonesia dengan negara-negara tersebut. Hingga saat ini, belum ada kepastian tanggal keberangkatan studi banding tersebut.

1. Investor banyak beralih ke Vietnam

ilustrasi investor (pexels.com/RDNE Stock project)

Andi mengatakan posisi Vietnam pada 10 tahun sebelumnya jauh tertinggal dari Indonesia, namun pada saat ini justru paling banyak menarik investor.

“Kenapa Vietnam sepuluh tahun yang lalu sangat jauh ketinggalan dari Indonesia, tetapi sekarang kita terbuka saja realistis, banyak investor lari ke Vietnam,” ungkapnya.

2. Studi banding akan mempelajari aturan investasi

ilustrasi investasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Andi menjelaskan pihaknya akan mempelajari terkait persoalan apa yang ada dalam aturan investasi, serta mengenai kecepatan melayani investor yang membuat banyak beralih ke Vietnam.

"Ada masalah apa dengan aturan investasi? Apakah kecepatan melayani investor? Ini akan kita pelajari," ujarnya.

3. Studi banding tidak menggunakan APBN

Ilustrasi 50 Euro Banknote (pexels.com/pixabay/ilustrasi apbn)

Studi banding tersebut akan dibiayai secara mandiri melalui iuran para buruh, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi tidak perlu APBN, cukup dari iuran teman-teman buruh, kita akan berangkat ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filiphina,” ungkap Andi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article