Intel Kehilangan US$140 Miliar dalam Sehari, Terburuk Sejak 1974!

- Saham Intel anjlok 28,6% pada 30 Oktober 2026, menghapus hampir US$140 miliar kapitalisasi pasar dan menjadi penurunan harian terburuk sejak 1974.
- Investor menyoroti proyeksi kuartal IV yang di bawah ekspektasi: pendapatan US$15–16 miliar dan EPS non-GAAP US$0,25, dibanding perkiraan analis sekitar US$17 miliar dan US$0,43.
- Pertumbuhan pendapatan pusat data dan AI 78% menjadi US$7,3 miliar belum menutupi kekhawatiran arus kas, investasi manufaktur, keterbatasan pasokan, serta pelemahan bisnis PC.
Saham Intel mengalami penurunan tajam sebesar 28,6 persen pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Penurunan tersebut menghapus hampir 140 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasar perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat (AS) itu dalam satu hari. Peristiwa ini menjadi penurunan harian terburuk Intel sejak 1974.
Kejatuhan tersebut terjadi setelah Intel merilis laporan keuangan kuartal III 2026 dan memberikan proyeksi bisnis untuk kuartal berikutnya. Meskipun pendapatan perusahaan meningkat dan bisnis pusat data mencatat pertumbuhan kuat, investor justru mengkhawatirkan prospek jangka pendeknya. Ada sejumlah persoalan yang membuat pasar merespons negatif kinerja dan rencana bisnis Intel.
1. Proyeksi pendapatan Intel jauh di bawah ekspektasi pasar

ilustrasi laporan keuangan (pexels.com/RDNE Stock project) Intel memperkirakan pendapatan kuartal IV 2026 berada di kisaran 15 miliar dolar AS hingga 16 miliar dolar AS. Proyeksi tersebut berada di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan pendapatan perusahaan dapat mencapai sekitar 17 miliar dolar AS. Perbedaan ini membuat investor khawatir terhadap kemampuan Intel mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.
Selain pendapatan, proyeksi laba per saham atau earnings per share (EPS) juga mengecewakan pasar. EPS menunjukkan besarnya laba perusahaan yang menjadi bagian setiap lembar saham, sehingga investor sering menggunakannya untuk menilai kinerja perusahaan. Intel memperkirakan EPS non-GAAP sebesar 0,25 dolar AS pada kuartal IV, sedangkan ekspektasi analis berada di sekitar 0,43 dolar AS.
2. Peringatan arus kas menambah kekhawatiran investor

ilustrasi seorang investor (pexels.com/AlphaTradeZone) Selain memberikan proyeksi pendapatan yang lebih rendah, Intel juga menghadapi tekanan pada arus kas. Arus kas merupakan pergerakan uang masuk dan keluar dari perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional, investasi, serta kewajiban lainnya. Kondisi arus kas yang lemah dapat membatasi kemampuan perusahaan membiayai ekspansi tanpa menambah utang atau mencari pendanaan baru.
Kebutuhan investasi besar menjadi salah satu tantangan Intel dalam memperbaiki bisnis manufakturnya. Perusahaan perlu mengeluarkan dana untuk membangun fasilitas produksi, membeli peralatan, dan mengembangkan teknologi semikonduktor. Investor khawatir pengeluaran tersebut belum menghasilkan pemasukan yang cukup cepat untuk memperkuat kondisi keuangan Intel.
3. Lonjakan harga memori membebani bisnis komputer

ilustrasi komponen Intel (unsplash.com/Slejven Djurakovic) Kenaikan harga memori menjadi tekanan tambahan bagi industri komputer yang masih menjadi salah satu sumber pendapatan utama Intel. Memori merupakan komponen yang digunakan perangkat untuk menyimpan data sementara atau menyimpan data secara permanen, seperti RAM dan penyimpanan berbasis NAND. Permintaan besar terhadap memori berkecepatan tinggi untuk pusat data AI ikut memperketat pasokan dan mendorong kenaikan harga sejumlah komponen.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya produksi komputer dan membuat harga perangkat menjadi lebih mahal bagi konsumen. Intel juga memperkirakan perlambatan pasar PC akan berlanjut setidaknya hingga paruh pertama 2027. Dalam laporan kuartal III, pendapatan segmen Client Computing and Physical AI Group yang mencakup bisnis komputer pribadi turun 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
4. Pertumbuhan bisnis AI belum cukup mengimbangi tekanan lain

ilustrasi chip (unsplash.com/Immo Wegmann) Bisnis pusat data dan kecerdasan buatan atau Data Center and AI (DCAI) sebenarnya menunjukkan perkembangan positif. Intel mencatat pendapatan segmen tersebut sebesar 7,3 miliar dolar AS pada kuartal III 2026, atau meningkat 78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen ini memasok prosesor dan teknologi komputasi yang digunakan untuk menjalankan berbagai kebutuhan pusat data.
Namun, pertumbuhan satu segmen belum tentu mampu mengimbangi tekanan pada keseluruhan bisnis perusahaan. Intel masih menghadapi keterbatasan pasokan prosesor untuk pusat data, sementara bisnis komputer pribadi mengalami perlambatan. Investor juga menilai perusahaan perlu membuktikan bahwa pertumbuhan permintaan AI dapat menghasilkan keuntungan dan arus kas yang berkelanjutan.
Penurunan saham Intel menunjukkan bahwa pasar tidak hanya menilai hasil keuangan yang sudah dicapai, tetapi juga mempertimbangkan prospek bisnis perusahaan ke depan. Pertumbuhan pendapatan pusat data dan AI belum cukup meredakan kekhawatiran terhadap proyeksi pendapatan, arus kas, serta perlambatan pasar komputer. Ke depan, kemampuan Intel memperbaiki kinerja operasional dan mengelola investasi akan menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan investor.











![[QUIZ] Dari Hobi Kak Ros Upin & Ipin, Ini Ide Bisnis yang Cocok buat Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260605/1000015303_08eeceec-948c-41d5-b90f-1a0d319b372d.jpg)










