ilustrasi belanja online (pexels.com/Leeloo The First)
Customer journey adalah perjalanan seseorang ketika mulai mengenal produk, mempertimbangkan pembelian, melakukan transaksi, hingga menjadi customer yang loyal.
Nah, CRM dapat membantu bisnis memberikan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan customer pada setiap tahap perjalanan tersebut.
Supaya lebih mudah dipahami, mari kita lihat lima tahap customer journey dan bagaimana CRM berperan di dalamnya.
1. Discovery: Membantu customer mengenal produk
Discovery merupakan tahap ketika seseorang mulai menemukan dan mengenal sebuah produk atau layanan. Biasanya, proses ini dimulai melalui iklan digital, konten media sosial, pencarian Google, rekomendasi teman, atau channel marketing lainnya.
Namun, setelah pengguna menunjukkan ketertarikan dan mulai berinteraksi dengan bisnis, CRM dapat membantu melanjutkan proses pengenalan tersebut.
Misalnya, seseorang baru mendaftar pada aplikasi belajar bahasa asing. Melalui CRM, bisnis dapat mengirimkan email sambutan, panduan penggunaan, atau rekomendasi fitur yang sesuai dengan kebutuhannya.
Dengan begitu, pengguna tidak hanya mengetahui keberadaan produk, tetapi juga mulai memahami manfaatnya.
Perlu dicatat, iklan seperti Meta Ads atau Google Ads umumnya berperan dalam akuisisi, sedangkan CRM membantu mengelola hubungan setelah bisnis memperoleh informasi atau interaksi customer yang dapat digunakan secara sah.
2. Consideration: Membantu customer membuat keputusan
Pada tahap consideration, calon customer sudah mengetahui produk, tetapi masih mempertimbangkan apakah ingin menggunakannya atau melakukan pembelian.
Mereka mungkin sedang membandingkan harga, membaca ulasan, atau mencari informasi tambahan. Di sinilah CRM dapat membantu mengurangi keraguan tersebut.
Misalnya, pengguna sudah melihat halaman paket berlangganan sebuah aplikasi, tetapi belum memilih paket. Bisnis dapat mengirimkan informasi perbandingan fitur, panduan penggunaan, atau penjelasan manfaat layanan melalui channel komunikasi yang sesuai.
Tujuannya bukan sekadar membujuk customer membeli, melainkan memberikan informasi yang membantu mereka mengambil keputusan.
3. Conversion: Mendorong customer melakukan pembelian
Conversion adalah tahap ketika customer menyelesaikan tindakan yang diharapkan, misalnya melakukan pembelian atau berlangganan. Namun, tidak semua customer berhasil menyelesaikan proses tersebut.
Ada yang meninggalkan keranjang, mengalami masalah pembayaran, atau berhenti ketika mengisi formulir.
Kondisi ini sering disebut sebagai drop-off, yaitu ketika pengguna meninggalkan suatu tahapan sebelum menyelesaikan proses. CRM dapat membantu menangani sebagian hambatan tersebut melalui komunikasi yang relevan.
Misalnya, customer telah memasukkan sepatu ke keranjang tetapi belum menyelesaikan checkout. Sistem dapat mengirimkan pengingat untuk melanjutkan transaksi.
Jika penyebabnya berkaitan dengan kegagalan pembayaran, pesan yang lebih sesuai mungkin berupa panduan untuk mengulangi pembayaran atau pilihan metode transaksi lain.
4. Customer Relationship: Menjaga pengalaman setelah pembelian
Setelah transaksi berhasil, tugas CRM belum selesai. Bisnis perlu memastikan customer mendapatkan pengalaman yang baik, termasuk informasi mengenai pesanan, bantuan penggunaan produk, hingga penanganan keluhan.
Sebagai contoh, setelah customer membeli perangkat elektronik, bisnis dapat mengirimkan panduan penggunaan, informasi garansi, dan akses customer service.
Komunikasi seperti ini membantu customer merasa didampingi bahkan setelah pembayaran selesai. Pada tahap ini, fokus CRM bukan lagi mendorong pembelian secepat mungkin, tetapi membangun kepercayaan melalui pengalaman yang positif.
5. Retention: Mendorong customer kembali dan tetap loyal
Retention merupakan upaya mempertahankan customer agar terus menggunakan layanan atau melakukan pembelian kembali.
Misalnya, sebuah aplikasi belanja mengetahui bahwa customer sudah 45 hari tidak melakukan transaksi. Melalui CRM, bisnis dapat mengirimkan rekomendasi produk yang relevan atau penawaran khusus untuk mengajak mereka kembali.
Namun, retention tidak selalu harus mengandalkan diskon. Konten edukasi, program loyalitas, peningkatan layanan, hingga komunikasi yang membantu customer memanfaatkan produk secara optimal juga dapat mendukung retensi.
Jika pengalaman customer benar-benar memuaskan, mereka bahkan berpotensi merekomendasikan produk kepada orang lain melalui referral.
Jadi, CRM tidak hanya berperan setelah pembelian, tetapi dapat mendukung berbagai tahap customer journey sesuai data dan kebutuhan masing-masing pengguna.