Dolar AS Loyo usai The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat Pagi Ini

Rupiah menguat 0,31 persen ke level Rp18.128 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB.
Pelemahan dolar AS pasca-pertemuan FOMC dinilai membuka peluang penguatan rupiah.
Rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Kamis.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (29/10/2026). Rupiah dibuka di level Rp18.170 per dolar AS pagi ini.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah sudah di level Rp18.128 per dolar AS, menguat 56 poin atau 0,31 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.184 per dolar AS.
1. Rupiah berpeluang menguat setelah keputusan The Fed
Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan dolar AS setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
FOMC adalah komite di bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) yang bertugas menetapkan kebijakan moneter termasuk keputusan suku bunga acuan AS. Adapun The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya pada kisaran 3,75-4 persen.
"Rupiah diperkirakan menguat seiring pelemahan dolar AS pasca-FOMC," kata Lukman.
2. Investor asing kembali beli saham jadi penopang rupiah
Pelaku pasar juga mencermati aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia. Lukman menilai pembelian bersih saham (net buy) oleh investor asing dapat memberikan dukungan tambahan bagi rupiah.
Net buy terjadi ketika nilai pembelian saham oleh investor lebih besar daripada nilai penjualannya. Aktivitas tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar dalam mencermati arus dana investor asing di Indonesia.
"Fokus pasar masih tertuju pada pergerakan ekuitas domestik. Jika investor asing kembali mencatatkan net buy seperti pada Rabu, hal ini akan memberikan dukungan tambahan bagi rupiah," ujar dia.
3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang perdagangan Kamis
Lukman memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Kamis.
Data Bloomberg menunjukkan dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak pada kisaran Rp16.566 hingga Rp18.209 per dolar AS. Sementara itu, sejak awal tahun (year to date/ytd), rupiah tercatat melemah 8,68 persen.




















