Apa itu inbound dan outbound marketing? Kalau kamu sedang belajar marketing atau sudah pernah terjun ke divisi marketing, mungkin pernah mendengar kedua istilah ini sebagai strategi untuk menarik calon customer. Meski sama-sama bertujuan mendukung penjualan, keduanya memiliki cara pendekatan yang berbeda, lho!
Kita ambil contoh, kamu mencari rekomendasi sepatu lari melalui Google, lalu menemukan artikel dari sebuah toko olahraga. Di sisi lain, kamu juga bisa menemukan produk sepatu dari iklan yang tiba-tiba muncul ketika sedang scrolling Instagram. Nah, kedua situasi tersebut menggambarkan perbedaan pendekatan inbound dan outbound marketing.
Lantas, strategi mana yang lebih efektif untuk bisnis? Sebelum menentukan pilihan, yuk, pahami pengertian, perbedaan, dan contoh penerapannya!
