Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Purbaya Jamin APBN Tak Terbebani Usai Caplok Saham BUMN di Kereta Cepat

Purbaya Jamin APBN Tak Terbebani Usai Caplok Saham BUMN di Kereta Cepat
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Triyan)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pengambilalihan saham BUMN di proyek Whoosh tidak akan membebani APBN karena dikelola melalui dua SMV Kemenkeu.
  • Purbaya memastikan dana SMV Kemenkeu mencukupi untuk mengambil alih saham BUMN di KCIC, yang saat ini dipegang konsorsium PSBI sebesar 60 persen.
  • Pengalihan pengelolaan KCJB dari Danantara ke Kemenkeu ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026, setelah pembahasan dengan BP BUMN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan APBN tak akan dibebankan usai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih saham seluruh saham BUMN di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh.

Sebab, pengambilalihan saham BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu dilakukan melalui dua lembaga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu.

Hal itu diungkapkan usai dia bertemu dengan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

“Nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada yang lain-lain. Jadi gak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN,” kata Purbaya.

Purbaya memastikan, dana dua SMV Kemenkeu cukup untuk mengambil alih saham BUMN di KCIC. Dia mengatakan, SMV di bawah Kemenkeu juga memiliki keuntungan.

“Ada dua, pokoknya cukup, uangnya cukup,” ujar Purbaya.

Adapun kepemilikan saham BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola Whoosh tercatat dalam payung PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

PSBI adalah konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. PSBI mengantongi 60 persen saham di KCIC.

Sementara itu, konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd mengantongi 40 persen saham KCIC.

Purbaya menargetkan, proses itu akan rampung pada pertengahan September 2026 mendatang.

“Tadi pembahasan yang pertama adalah Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ini akan diserahkan dari Danantara, kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya akan kita percepat, mungkin pertengahan September akan clear,” kata Purbaya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More