Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Argentina Rencanakan Reformasi Bank Sentral demi Perkuat Independensi
Bendera Argentina (unsplash.com/Angelica Reyes)
  • Pemerintah Argentina mengusulkan reformasi piagam Bank Sentral untuk memperkuat independensi kebijakan moneter dan membatasi pengaruh politik, namun rancangan aturan masih menunggu persetujuan parlemen.
  • Rancangan undang-undang melarang BCRA membiayai defisit anggaran secara langsung maupun tidak langsung, serta mengatur pengangkatan dan pemberhentian pejabat untuk mendukung penurunan inflasi.
  • IMF mendukung pembaruan piagam BCRA karena dinilai dapat menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar, sementara pengamat menyoroti aturan berpotensi diubah pemerintahan mendatang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Argentina mengumumkan rencana reformasi piagam Bank Sentral Argentina (BCRA) pada Kamis (30/7/2026). Presiden Javier Milei menyatakan perubahan ini bertujuan memperkuat independensi bank sentral sekaligus membatasi pembiayaan anggaran pemerintah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan inflasi yang membebani perekonomian negara selama bertahun-tahun. Saat ini, rancangan aturan tersebut masih menunggu persetujuan parlemen sebelum dapat diterapkan.

1. Upaya memperkuat independensi bank sentral

ilustrasi bendera negara Argentina (pexels.com/Fabian)

Pemerintah mengusulkan perubahan piagam BCRA agar kebijakan moneter tidak mudah terpengaruh kepentingan politik. Selain itu, reformasi ini juga membatasi kewenangan bank sentral dalam membiayai pengeluaran negara.

"Reformasi ini akan menghentikan praktik pencetakan uang yang digunakan demi kepentingan politik," kata Presiden Javier Milei.

Pemerintah menilai kebijakan baru ini akan membuat tata kelola bank sentral Argentina setara dengan standar independensi otoritas moneter di tingkat internasional.

2. Pembatasan pembiayaan defisit anggaran

Ilustrasi bendera Argentina (ElGuruCesar, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Melalui rancangan undang-undang terbaru, Bank Sentral Argentina dilarang membiayai defisit anggaran pemerintah secara langsung maupun tidak langsung. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka inflasi yang kerap dipicu oleh penambahan jumlah uang beredar.

Selain pembatasan anggaran, pemerintah mengajukan tata cara baru dalam pengangkatan, masa jabatan, dan pemberhentian pejabat bank sentral demi menjamin independensi lembaga.

"Langkah ini akan memperkuat kelembagaan bank sentral dan menjaga independensi pengambil kebijakan," ujar Juru Bicara Dana Moneter Internasional (IMF), Julie Kozack, dikutip dari Buenos Aires Times.

Pemerintah memperkirakan tingkat inflasi tahunan, yang sempat menembus 211 persen pada 2023, akan terus melandai seiring penerapan kebijakan ekonomi baru.

3. Dukungan IMF terhadap reformasi ekonomi

logo Dana Moneter Internasional (IMF) (imf.org)

IMF menyambut positif rencana pembaruan piagam bank sentral tersebut. IMF menilai reformasi ini dapat menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap Argentina.

"Kami mendukung langkah pemerintah untuk memperbarui piagam Bank Sentral," kata Julie Kozack.

Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa aturan baru ini dapat diubah oleh pemerintahan mendatang jika menguasai suara mayoritas di parlemen. Meski demikian, Pemerintah Argentina dan IMF terus berkoordinasi untuk memantau pelaksanaan reformasi ekonomi tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article