Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Argentina Kembali Klaim Kepulauan Falkland

 Argentina Kembali Klaim Kepulauan Falkland
ilustrasi bendera Argentina (pexels.com/@pikeriel)
Intinya Sih
  • Presiden Argentina Javier Milei menegaskan kembali klaim atas Kepulauan Falkland setelah AS menarik dukungan terhadap Inggris, menekankan penyelesaian secara manusiawi dan rasional.
  • Pemerintah Argentina melalui Menteri Luar Negeri Pablo Quirno mendorong dialog damai dengan Inggris untuk menyelesaikan sengketa kedaulatan yang telah berlangsung sejak 1833.
  • Inggris menolak negosiasi karena hasil referendum 2013 menunjukkan mayoritas warga Falkland ingin tetap bersama Inggris, sementara AS menyatakan posisi netral namun mengakui administrasi de facto Inggris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Argentina, Javier Milei mengungkapkan kembali klaim kepemilikan Kepulauan Falkland. Pernyataan ini disampaikan menyusul penarikan dukungan Amerika Serikat (AS) kepada Inggris atas kepulauan tersebut. 

“Kami melakukan apapun untuk mengembalikan Kepulauan Falkland ke Argentina lewat cara yang manusiawi. Kedaulatan tidak dapat dinegosiasikan, tapi ini harus ditangani lewat justifikasi yang benar dan masuk akal,” tuturnya, dikutip dari Mercopress, Sabtu (25/4/2026). 

Selama bertahun-tahun, Argentina masih mengklaim Kepulauan Falkland sebagai teritori negaranya yang direbut oleh Inggris. Sengketa tersebut yang membuat hubungan Argentina dan Inggris renggang.

1. Argentina dorong dialog dengan Inggris soal Falkland

Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno mengatakan bahwa Argentina akan terus mengklaim hak atas Kepulauan Falkland, Georgia Selatan, dan Sandwich Selatan. Ia akan terus mendorong dialog antara Argentina dan Inggris. 

“Okupansi pada 1833 adalah aksi pemaksaan yang berlawanan dengan hukum internasional saat itu. Argentina bersedia melanjutkan negosiasi bilateral dengan Inggris untuk mencapai solusi damai dan solusi atas perselisihan kedaulatan ini,” terangnya, dikutip dari Buenos Aires Herald.

2. Inggris tekankan Falkland tidak dapat dinegosiasikan

Mendengar kabar ini, Inggris mengatakan bahwa Kepulauan Falkland tidak masuk dalam negosiasi. London menyebut, rakyat di kepulauan tersebut sudah menentukan keinginannya. 

“Mengenai posisi Inggris soal kepulauan tersebut sudah jelas dan tidak pernah berubah. Rakyat di Falkland sudah memutuskan sendiri untuk tetap bersama Inggris dalam referendum pada 2013 ketika 98,8 persen ingin menjadi bagian Wilayah Terluar Inggris,” ungkapnya. 

3. AS konfirmasi netralitas atas Kepulauan Falkland

Kementerian Luar Negeri AS menyebut bahwa posisi negaranya masih netral terkait sengketa Kepulauan Falkland. Namun, masih mengakui kepemilikannya di bawah Inggris. 

“Posisi kami tetap netral. Kami mengakui adanya klaim kepemilikan antara Argentina dan Inggris. Kami mengakui secara de facto administrasi Inggris di kepulauan tersebut tanpa mengambil posisi lebih,” terangnya, dilansir Buenos Aires Times.

Sementara itu, Sekretaris Pers Pentagon, Kingsley Wilson tidak menampik adanya dokumen tersebut. Sebab, AS sudah melakukan apapun untuk NATO, tapi anggota lain, termasuk Inggris tidak bersedia membantu dalam melawan Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More