Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Minta Venezuela Beri Izin Pengawasan Industri Minyak

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)
Intinya sih...
  • Rubio menolak aksi militer lanjutan di Venezuela, fokus pada pemilu dan demokrasi
  • Rodriguez minta AS hentikan intervensi internal di Venezuela, buka aset minyak untuk perusahaan AS
  • Intelijen AS meragukan Rodriguez mau turuti permintaan AS, hubungan dekat dengan negara-negara bertentangan dengan AS
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio mengatakan bahwa AS akan memaksimalkan paksaan kepada rezim Venezuela. Langkah ini agar Venezuela perbolehkan AS mengawasi industri minyaknya. 

“Kami berharap tidak diperlukan. Kami tidak akan berpaling dari tugas untuk rakyat Amerika dan misi besar kami di Benua Amerika,” tuturnya, dikutip dari The Latin Times, Kamis (29/1/2026).

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menyebut pemerintahan baru Venezuela bersedia bekerja sama dengannya. Menurutnya, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez sudah memberikan apa yang dirasa dibutuhkan AS. 

1. Rubio tidak mengharapkan adanya aksi militer lanjutan di Venezuela

Rubio mengatakan bahwa paksaan maksimum bukan berarti aksi militer di Venezuela. Ia menyebut bahwa tujuan utama AS adalah mengembalikan demokrasi dan diadakannya pemilihan umum (pemilu) di negara Amerika Selatan tersebut. 

“Apa akhir dari tujuan AS di Venezuela? Kami mengharapkan diadakannya pemilu yang resmi dan diselenggarakan secara demokratis di Venezuela,” tuturnya. 

Menlu AS itu juga menolak adanya tenggat waktu soal skenario aksi militer di Venezuela. Namun, terdapat sejumlah progres berkala sejak penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. 

2. Rodriguez minta AS hentikan intervensi internal di Venezuela

Pekan lalu, Rodriguez menyerukan agar AS menghentikan intervensi urusan internal Venezuela. Pernyataan itu menimbulkan keraguan bahwa Caracas akan mengikuti perintah dan bekerja sama dengan Washington. 

Sebelumnya, Rodriguez sudah menyampaikan akan membuka aset minyak Venezuela untuk perusahaan AS. Keputusan itu berkat hasil dari dialog antara pemerintahannya dengan Trump. 

“Kami membangun agenda kerja dan dalam jangka waktu tersebut, kami akan membuka sumber daya alam Venezuela yang dimiliki oleh rakyat Venezuela. Kami juga akan membuka itu dan memperbolehkan investasi penting dalam sumber daya di rumah sakit,” katanya, dikutip dari EFE.

3. Intelijen AS meragukan Rodriguez mau turuti permintaan AS

Intelijen AS mengumumkan laporan yang meragukan pemerintahan baru Venezuela menyetujui permintaan AS. Sebab, salah satu permintaan dari Washington adalah memutus hubungan dengan negara-negara yang berlawanan dengan AS. 

Rodriguez sebelumnya sempat menyatakan akan menyeimbangkan politik luar negeri dan memperbaiki hubungan dengan AS. Namun, Venezuela di bawah Maduro memiliki hubungan dekat dengan negara-negara bertentangan dengan AS, seperti Rusia, China, dan Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Mengapa KPK Belum Menahan Eks Menag Yaqut Meski Sudah Tersangka Haji?

31 Jan 2026, 10:16 WIBNews