Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan eskalasi konflik AS dan Iran kembali menjadi perhatian pasar setelah militer AS menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada Selasa malam waktu setempat.
Serangan tersebut menyasar sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), di antaranya situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, serta fasilitas komunikasi.
Ibrahim menyebut laporan Axios yang mengutip pejabat AS juga menyatakan bahwa militer AS menyerang dua kapal tanker milik pemerintah Iran dalam serangan tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump melalui media sosial menyampaikan pernyataan yang menunjukkan sikap keras terhadap Iran dan mendorong masyarakat Iran untuk bangkit melawan pemerintahnya.
"Iran membalas rentetan serangan AS pada hari Selasa. Aksi saling serang ini menandai eskalasi paling serius dalam beberapa pekan terakhir dalam konflik yang telah mendorong kenaikan harga energi global," kata Ibrahim.