Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara FAS Bantu Brand Scale Up Lebih Cepat dan Efisien

5 Cara FAS Bantu Brand Scale Up Lebih Cepat dan Efisien
FAS menjadi Solusi Operasional End-to-End (Dok. Blibli)
  • FAS, entitas anak Blibli, menawarkan solusi terintegrasi untuk e-commerce, fulfillment, dan distribusi offline agar brand dapat menyesuaikan kapasitas operasional tanpa membangun infrastruktur sendiri.
  • Melalui pengelolaan inventori, penyimpanan, pengemasan, dan pesanan terpusat berbasis AI serta ML, FAS membantu menjaga akurasi stok dan menangani lonjakan transaksi multikanal.
  • FAS didukung lebih dari 15 gudang strategis; rilisnya mencatat peningkatan pesanan beauty 5,8 kali dalam lima bulan serta pemrosesan FMCG 70 persen lebih cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pertumbuhan bisnis biasanya diikuti dengan meningkatnya kompleksitas operasional. Ketika jumlah pesanan, variasi produk, hingga permintaan pelanggan melonjak, brand perlu memastikan kapasitas operasional tetap mampu mengikuti laju pertumbuhan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis yang harus menghadapi lonjakan pesanan tanpa ingin menambah gudang, sistem, maupun tim secara mandiri. Pasalnya, membangun infrastruktur operasional dari nol membutuhkan modal, waktu, dan sumber daya yang tidak sedikit.

Melihat kebutuhan tersebut, FAS, entitas anak Blibli, menawarkan solusi operasional terintegrasi yang mencakup manajemen e-commerce, fulfillment, hingga distribusi offline. Pendekatan ini dirancang untuk membantu brand melakukan scaling secara lebih fleksibel dengan dukungan data dan infrastruktur yang sudah tersedia.

Berikut sejumlah dukungan operasional yang ditawarkan FAS untuk membantu brand berkembang lebih cepat:

  1. 1. Kapasitas operasional dapat menyesuaikan pertumbuhan bisnis

    Aktivitas operasional di salah satu warehouse Blibli yang menjadi bagian dari dukungan infrastruktur logistik untuk menghadirkan pengalaman belanja yang terintegrasi bagi pelanggan.JPEG
    Blibli menjadi ekosistem omnichannel terpadu bersama tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih terintegrasi. (Dok. Istimewa)

    Semakin besar bisnis, semakin dinamis pula kebutuhan operasionalnya. Brand dapat menghadapi lonjakan SKU, pesanan, maupun transaksi dalam waktu singkat, terutama ketika memasuki periode peak season.

    FAS menawarkan kapasitas operasional yang dapat menyesuaikan kebutuhan tersebut tanpa mengharuskan brand terus membangun gudang atau menambah tim secara permanen.

    “Pertumbuhan bisnis itu dinamikanya sangat cepat. Dalam kurun waktu singkat, brand bisa mendadak kebanjiran SKU, lonjakan order, atau lonjakan transaksi saat peak season. FAS hadir agar kapasitas operasional brand bisa ikut menyesuaikan kebutuhan tersebut secara fleksibel, tanpa mereka harus terus-menerus membangun gudang baru atau menambah tim sendiri,” ujar Alvin Hadibowo, Director of FAS.

  2. 2. Pengelolaan fulfillment dilakukan secara terpusat

    ilustrasi para pekerja gudang yang sedang mempersiapkan pengiriman
    ilustrasi para pekerja gudang yang sedang mempersiapkan pengiriman (pexels.com/Bunga Lili Macan)

    Melalui FAS Fulfillment, brand dapat menyerahkan sejumlah proses operasional, mulai dari pengelolaan inventori, penyimpanan, pengemasan, hingga pemrosesan pesanan secara terpusat.

    Pengelolaan tersebut juga didukung teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML). Teknologi ini digunakan untuk membantu menjaga akurasi stok dan pesanan ketika transaksi datang secara bersamaan dari berbagai marketplace.

    Dengan sistem yang elastis, kapasitas pemrosesan dapat mengikuti perubahan volume transaksi. Saat permintaan meningkat, brand dapat menangani tambahan pesanan tanpa harus langsung menyewa gudang baru atau merekrut staf permanen.

  3. 3. Bisnis dapat mengelola berbagai kanal secara terintegrasi

    ilustrasi interior gudang yang memperlihatkan para pekerja sedang menangani kotak-kotak dan rak-rak yang tertata rapi berisi produk
    ilustrasi interior gudang yang memperlihatkan para pekerja sedang menangani kotak-kotak dan rak-rak yang tertata rapi berisi produk (pexels.com/Bunga Lili Macan)

    Pertumbuhan bisnis tidak hanya berkaitan dengan kapasitas gudang atau pemrosesan pesanan. Brand juga perlu mengelola berbagai kanal penjualan dan memastikan alur stok hingga distribusi tetap terhubung.

    Karena itu, FAS Fulfillment terhubung dengan FAS Enabler untuk manajemen e-commerce multikanal dan FAS Distribution untuk memperluas penetrasi ke pasar offline. Integrasi tersebut memungkinkan perjalanan bisnis, mulai dari kanal penjualan, stok, pengiriman, hingga distribusi, dikelola dalam satu ekosistem.

  4. 4. Infrastruktur membantu brand menghadapi peak season

    ilustrasi jasa titip paket
    ilustrasi jasa titip paket (vecteezy.com/Rattanakun Thongbun)

    Periode peak season sering menjadi ujian bagi kesiapan operasional sebuah brand. Peningkatan transaksi yang terjadi dalam waktu singkat dapat membuat kapasitas penyimpanan, pemrosesan pesanan, hingga tenaga kerja ikut terbebani.

    Dengan kapasitas fulfillment yang dapat menyesuaikan volume transaksi, brand memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menghadapi lonjakan permintaan tanpa harus membangun infrastruktur tambahan secara permanen.

    FAS sendiri didukung pengalaman operasional di ekosistem Blibli selama lebih dari 15 tahun, jaringan lebih dari 15 gudang strategis di Indonesia, serta teknologi berbasis data untuk merespons dinamika pasar.

  5. 5. Efisiensi operasional dapat ikut mendorong pertumbuhan

    Ilustrasi memeriksa barang di gudang
    Ilustrasi memeriksa barang di gudang (freepik.com/DC Studio)

    Dukungan terhadap operasional juga dapat memberikan dampak langsung terhadap performa bisnis. Berdasarkan rilis FAS, salah satu brand di sektor beauty mengalami peningkatan volume pesanan hingga 5,8 kali lipat dalam waktu lima bulan.

    Sementara itu, di sektor FMCG, solusi FAS disebut mampu memangkas waktu pemrosesan pesanan hingga 70 persen sekaligus menekan angka pembatalan transaksi hingga 35 persen.

    Capaian tersebut menunjukkan bahwa kesiapan operasional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi pesanan. Operasional yang mampu mengikuti perubahan permintaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga pengalaman pelanggan sekaligus mendukung ekspansi bisnis.

    Saat ini, FAS menangani mitra dari sejumlah kategori industri, mulai dari beauty dan FMCG hingga gadget, elektronik rumah tangga, dan fashion.

    “Lewat dukungan operasional yang adaptif, fokus kami adalah mendampingi brand dalam mengubah setiap lonjakan tren menjadi pertumbuhan bisnis jangka panjang,” tutup Alvin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More