Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya pergeseran konsumsi dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke BBM subsidi. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM RON 92 dan RON 95 mulai beralih ke BBM subsidi.
Menurut Bahlil, kondisi harga minyak dunia yang kini berada di atas 100 dolar AS per barel turut berdampak pada harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Sementara itu, pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi sehingga sebagian masyarakat memilih beralih ke BBM subsidi.
"Sekarang sudah mencapai 100 dolar lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana," kata dia kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
