- Rumah Tangga 900 VA RTM: Rp1.352,00/kWh
- Rumah Tangga 1.300–2.200 VA & Bisnis 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70/kWh
- Rumah Tangga ≥3.500 VA: Rp1.699,53/kWh
- Bisnis & Industri ≥200 kVA: Rp1.122,00/kWh
- Industri ≥30.000 kVA: Rp996,74/kWh
Bahlil: Belum Ada Kenaikan Tarif Listrik, Kalau Ada Akan Diumumkan

- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak menaikkan tarif listrik diam-diam dan memastikan hingga awal Mei 2026, tarif listrik masih tetap sama.
- PLN membantah isu kenaikan tarif listrik yang viral di media sosial dan menegaskan tarif periode April–Juni 2026 tidak berubah dari periode sebelumnya.
- PLN mengimbau masyarakat memeriksa informasi resmi melalui situs dan akun media sosial resminya serta waspada terhadap hoaks terkait tagihan atau tarif listrik.
Jakarta, IDN Times - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah tidak menaikkan tarif listrik diam-diam. Bahlil menegaskan, hingga hari ini, Selasa (5/5/2026), tarif listrik tidak naik.
"Sampai dengan hari ini saya bicara ini, dan exercise yang kami lakukan, itu belum ada kenaikan tarif listrik. Nanti kalau ada akan disampaikan ya," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
1. Isu tarif listrik naik diam-diam ramai di media sosial

Pernyataan Bahlil ini setelah media sosial (medsos) diramaikan dengan beredarnya sebuah konten yang menyebut, ada kenaikan tarif listrik secara drastis tanpa adanya pemberitahuan resmi dari PT PLN (Persero).
Menanggapi hal tersebut, pihak PLN pun angkat bicara. Melalui akun Instagram resminya, perusahaan listrik milik negara itu secara tegas membantah informasi yang beredar dan melabelinya sebagai konten hoaks atau berita bohong.
Klarifikasi PLN muncul setelah beredar sebuah unggahan di medsos yang mengklaim tagihan listrik pelanggan naik drastis. Berdasarkan fakta yang disampaikan oleh PLN, tidak ada penyesuaian atau kenaikan tarif listrik yang diberlakukan.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tarif tenaga listrik pada periode triwulan II, yakni April hingga Juni 2026, telah ditetapkan sama atau tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
"Tidak ada kenaikan tarif listrik. Pemerintah menetapkan tarif listrik tetap sama di periode April-Juni 2026 seperti periode sebelumnya," tulis PLN dikutip IDN Times, Senin (4/5/2026).
2. Daftar tarif listrik triwulan II-2026

Sebagai acuan resmi, PLN memaparkan daftar tarif listrik yang berlaku untuk periode April hingga Juni 2026. Berikut adalah rincian tarif per kWh untuk masing-masing golongan pelanggan:
3. Saluran informasi resmi PLN

PLN mengimbau pelanggan untuk selalu waspada terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial. Pelanggan dapat memastikan kebenaran informasi serta melihat daftar tarif resmi melalui https://web.pln.co.id/pelanggan/tarif-tenaga-listrik/tariff-adjustment.
Jika pelanggan memiliki pertanyaan atau menemukan kendala terkait tagihan, PLN menyediakan beberapa saluran resmi yang dapat dihubungi, yakni Akun X @pln123_official dan Instagram @pln_id atau @pln.mobile. Layanan pelanggan melalui fitur live chat atau menu pengaduan pada aplikasi PLN Mobile.
Masyarakat pun diimbau waspada terhadap informasi palsu atau hoaks yang menyebut PLN menaikkan tarif listrik tanpa pemberitahuan.
"Faktanya, tidak ada kenaikan tarif listrik. Pemerintah telah menetapkan bahwa tarif listrik tetap berlaku sama untuk periode April-Juni 2026 seperti periode sebelumnya," ungkap PLN dalam unggahannya dikutip Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, ramai di media sosial Threads maupun Instagram yang menyebut bahwa adanya kenaikan tagihan listrik. Bahkan, kenaikan tarif disebut dilakukan secara diam-diam oleh PLN.
Salah satunya pada postingan akun Instagram @awreceh.id, yang menunjukkan tangkapan layar komentar warganet yang mengeluhkan membayar tagihan listrik lebih mahal dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
"Fantasshhh tagihan listrik naiknya tidack sopfhan, ternyataah memang banyak yang merasa PLN diam-diam naikkin tarifff. Huffff," tulis salah satu warganet.
"Kakk? Kok sama sih? Aku biasa total 800 ribu tiba-tiba sudah dua bulan ini jadi 1,3-1,4 juta-an. Elektronik enggak ada yang baru, semua sama, syok banget," sahut warganet lainnya.
"Ini token juga naik ya? Aku biasanya 200 ribu sebulan ini enggak sampai sebulan sudah habis, padahal pemakaian sama kayak biasanya," kata warganet lainnya.

















