Jakarta, IDN Times - Pemerintah Bangladesh membentuk dewan pengupahan untuk meninjau kembali gaji buruh pakaian jadi pada Minggu (1/11/2026), sekaligus meminta para pekerja menghentikan aksi mogok kerja. Langkah ini diambil setelah unjuk rasa menuntut kenaikan upah melumpuhkan operasional lebih dari 500 pabrik di kawasan industri utama.
Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ribuan demonstran yang menutup jalan serta melempari petugas dengan batu bata. Sementara itu, pemerintah dan pelaku usaha mengkhawatirkan gangguan rantai pasok pada sektor manufaktur yang menjadi penopang utama devisa negara.