Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Danamon Kantongi Laba Rp2,4 Triliun, Tumbuh 33 Persen
Paparan kinerja Bank Danamon. (Dok/Istimewa).
  • Bank Danamon membukukan laba bersih konsolidasian Rp2,4 triliun pada semester I-2026, naik 33 persen secara tahunan, didorong peningkatan pendapatan dan penurunan biaya kredit 12 persen.
  • Kredit konsolidasian mencapai Rp230,1 triliun atau tumbuh 12 persen, sementara dana pihak ketiga naik 14 persen menjadi Rp181,7 triliun dan NIM tercatat 8,1 persen.
  • Kualitas aset membaik dengan LAR 7,8 persen dan NPL bruto 1,7 persen; likuiditas serta permodalan tetap kuat, ditunjukkan LCR 134,8 persen dan KPMM 22,3 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp2,4 triliun pada semester I-2026. Raihan tersebut tumbuh 33 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Chief Financial Officer Bank Danamon, Theresia Adriana, mengatakan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) konsolidasian mencapai Rp5,9 triliun atau meningkat 13 persen secara tahunan.

"Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan serta perbaikan kualitas kredit yang tercermin dari penurunan biaya kredit (cost of credit) sebesar 12 persen secara tahunan," ujar Theresia dalam Konferensi Pers Virtual Kinerja Semester I-2026, Kamis (30/7/2026).

1. Laju kredit konsolidasian tumbuh 12 persen

gedung Bank Danamon (danamon.co.id)

Lebih lanjut, dari sisi intermediasi, Danamon menyalurkan kredit konsolidasian sebesar Rp230,1 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Theresia menjelaskan, pertumbuhan kredit ditopang oleh seluruh lini bisnis, mulai dari enterprise banking dan financial institution, SME banking, consumer banking, hingga anak usaha Danamon. Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito mencapai Rp181,7 triliun.

"Jumlah tersebut meningkat 14 persen secara tahunan dan dari sisi profitabilitas, Danamon membukukan net interest margin (NIM) konsolidasian sebesar 8,1 persen," jelasnya.

2. Tetap jalankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis

Ilustrasi Bank Danamon. (Dok. Istimewa)

Theresia menegaskan, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Hal tersebut tercermin dari kualitas aset yang tetap terjaga sepanjang semester I-2026.

Rasio Loan at Risk (LAR) membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 7,8 persen. Sementara itu, rasio non-performing loan (NPL) bruto turun 33 basis poin menjadi 1,7 persen.

Di sisi lain, rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) tercatat sebesar 282,4 persen, sedangkan rasio cakupan LAR meningkat 795 basis poin secara tahunan menjadi 59,9 persen.

3.

Next Generation Branch Concept Bank Danamon/Dok Bank Danamon

Likuiditas dan permodalan Danamon juga tetap solid. Rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 134,8 persen, sedangkan Net Stable Funding Ratio (NSFR) berada di level 112,3 persen.

Adapun rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) konsolidasian mencapai 22,3 persen. Danamon terus mencatatkan pertumbuhan profitabilitas yang solid, ditopang oleh kespansi bisnis yang berimbang dan pengelolaan risiko yang berhati-hati. Pendapatan operasional meningkat 7 persen secara year on year menajdi Rp12,6 triliun, yang turut mendukung pencapaian laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp2,4 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article