Jaga Produksi Migas, PHR Zona Rokan Bor 500 Sumur dalam 1 Tahun

- PHR mengebor hampir 500 sumur per tahun di Zona Rokan untuk menekan penurunan alami produksi migas dan menjaga pasokan domestik.
- Di Zona 1 Sumatra, PHR mengebor hampir 100 sumur per tahun; aktivitas pengeboran migas di pulau ini disebut paling tinggi secara nasional.
- Produksi gas PHR di Sumatra mencapai sekitar 700 mmscfd dan menopang perekonomian regional, sementara pengeboran di Indonesia Timur diharapkan terus berkembang.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku Subholding Upstream Pertamina berupaya mencegah penurunan alami (natural decline) minyak dan gas (migas) untuk memastikan pasokan dalam negeri tetap terjaga.
Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin mengatakan dalam satu tahun, pihaknya bisa melakukan pengeboran hampir 500 sumur di Zona Rokan (Zona 2 dan 3).
“Di Zona Rokan tadi di PHR Zona Rokan kita ngebor setahun bisa hampir 500 sumur,” kata Arifin dikutip Kamis, (30/7/2026).
1. Pengeboran terbanyak di Sumatra

Lebih lanjut, Arifin mengatakan pihaknya bisa melakukan pengeboran hampir 100 sumur dalam satu tahun di Zona 1. Adapun Zona 1 meliputi wilayah kerja (WK) di bagian utara dan tengah Sumatra, di mana lapangan utamanya adalah Rantau, Pangkalan Susu, Lirik, Jambi, North Sumatra Offshore (NSO), Jambi Merang, Jabung, West Glagah Kambuna, BOB CPP, Siak, dan Kampar.
Dengan demikian, menurutnya aktivitas pengeboran migas di Sumatra paling tinggi secara nasional.
“Di zona 1 berapa puluh 40, atau 50 sumur. Jadi kalau kita bicara seluruh Indonesia bahkan ya dengan K3S lain di Sumatra itu adalah pengeboran yang paling banyak. Jadi sangat kaya raya di Sumatra,” ucap Arifin.
2. Produksi gas PHR jadi penentu perekonomian Sumatra

Arifin mengatakan, produksi gas di Sumatra oleh PHR juga memiliki peran penting, bahkan disebutnya sebagai urat nadi perekonomian di seluruh Sumatra.
“Jadi Bapak Ibu sekalian itu sekilas tentang Sumatera ya produksi gas kami juga alhamdulillah cukup banyak ya 700-an mmscfd (Million Standard Cubic Feet per Day) gitu. Dan ini juga menjadi urat nadi perekonomian di seluruh Sumatra,” tutur Arifin.
3. Pengeboran minyak harus terus didorong di wilayah Indonesia Timur

Menurut Arifin, seiringan dengan upaya yang dilakukan PHR di empat wilayah kerjanya di Sumatra, dia berharap pengeboran migas di wilayah Indonesia Timur bisa lebih berkembang demi meningkatkan ketahanan energi di Tanah Air secara merata.
“Insyaallah nanti ke depan di Indonesia Timur juga cukup banyak karena kalau kita bicara geografi Sumatra termasuk yang aksesnya mudah sumurnya dekat di darat gitu ya,” ujar Arifin.




















