Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Jakarta  Bakal Bangun Biodigester, Olah 500 Kg Sampah Organik
Logo Bank Jakarta terbaru. (Dok/Istimewa).
  • Bank Jakarta membangun dua biodigester komunal di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, במסגרת program TJSL untuk mengelola sampah organik berbasis masyarakat.
  • Masing-masing unit mampu mengolah 250 kilogram sampah organik per hari; totalnya menghasilkan potensi 37,5 meter kubik biogas dan residu pupuk organik setiap hari.
  • Pengoperasian biodigester diperkirakan menekan 423 kilogram CO2e per hari, dengan Bank Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta menekankan kolaborasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bank Jakarta membangun dua unit biodigester komunal untuk mengolah sampah organik di Jakarta Utara. Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan sekaligus mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pembangunan biodigester dilakukan di dua lokasi, yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, pembangunan biodigester merupakan salah satu kontribusi perseroan dalam menangani persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.

"Penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak. Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta," ujar Agus dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (12/8/2026).

1. Biodigester memiliki kapasitas mengolah hingga 250 kilogram sampah organik

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik. (Dok/Istimewa).

Secara teknis, masing-masing biodigester memiliki kapasitas mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit, total kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram sampah organik per hari. Dari kapasitas tersebut, kedua biodigester diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Selain biogas, proses pengolahan juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Bank Jakarta memperkirakan pengoperasian dua biodigester tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.

2. Penanganan sampah butuh kolaborasi dan kesinambungan program

ilustrasi sampah organik (pexels.com/Denise Nys)

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi mengatakan bahwa penanganan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program, melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” ucap Arie.

3. Pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat

ilustrasi memilah sampah organik (pexels.com/shvets-production)

Ia menjelaskan pembangunan biodigester di Rorotan ini merupakan salah satu program berkelanjutan atas kontribusi Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan. Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025 lalu.

“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta”.

Melalui program ini, Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut turut mendukung kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 mengenai energi bersih dan terjangkau, SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sebagai financial backbone bagi Jakarta, Bank Jakarta memiliki posisi strategis untuk menghubungkan kebutuhan pembangunan kota dengan solusi keuangan dan ekosistem bisnis. Bank Jakarta akan terus memperkuat peran tersebut melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sebagai fondasi untuk membangun pertumbuhan yang sehat dan menciptakan long-term value bagi seluruh pemangku kepentingan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article