Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Mandiri Raup Laba Rp30,4 T di Semester I-2026, Naik 24,4 Persen
ilustrasi gedung Bank Mandiri (dok. Bank Mandiri)
  • Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp30,4 triliun pada semester I 2026, tumbuh 24,4 persen yoy berkat bisnis solid dan peningkatan pendapatan berbasis komisi.
  • Dana pihak ketiga naik 17,1 persen jadi Rp1.710 triliun, kredit tumbuh 19,9 persen, sementara NPL terjaga di level rendah 0,98 persen dengan efisiensi operasional makin baik.
  • Return on equity mencapai 24,3 persen dan total pendapatan naik 10,3 persen menjadi Rp60,7 triliun meski imbal hasil kredit serta margin bunga bersih sedikit menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp30,4 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut tumbuh 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang oleh pertumbuhan bisnis, kualitas aset yang tetap terjaga, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan laba mencerminkan kinerja bisnis perseroan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi.

"Per Juni 2026, laba Bank Mandiri mencapai Rp30,4 triliun atau tumbuh 24,4 persen secara year on year. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja bisnis Bank Mandiri itu sendiri," ujar Novita dalam konferensi pers Kinerja Bank Mandiri Kuartal II 2026, Kamis (23/7/2026).

1. Dana pihak ketiga tumbuh 17 persen jadi Rp1.710 triliun

Ilustrasi rupiah. (Pixabay.com/IqbalStock)

Lebih rinci, kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,1 persen menjadi Rp1.710,0 triliun. Total aset juga meningkat 19,1 persen menjadi Rp2.349,2 triliun. Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 19,9 persen menjadi Rp1.591,7 triliun, dibandingkan Rp1.327,5 triliun pada Juni 2025.

"Pertumbuhan tersebut menghasilkan revenue maupun net interest income (NII) yang tetap baik dengan pertumbuhan sekitar 8 persen," kata Novita.

2. NPL masih terjaga di level 0,98 persen

Ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 0,98 persen, dengan coverage ratio 242 persen dan cost of credit (CoC) yang stabil di 0,52 persen

Menurut Novita, capaian tersebut merupakan hasil strategi Bank Mandiri yang berfokus pada penyaluran kredit ke sektor-sektor prospektif dan resilien, sekaligus memperkuat ekosistem bisnis dan mendukung agenda strategis pemerintah.

Selain itu, pertumbuhan laba juga ditopang oleh meningkatnya pendapatan non-bunga (fee-based income) yang bersifat berulang (recurring). Fee dari Livin' by Mandiri tumbuh 46 persen, fee dari Kopra by Mandiri meningkat 22,8 persen, sementara fee dari transaksi recurring lainnya naik 23 persen.

Dari sisi efisiensi, cost to income ratio (CIR) membaik menjadi 35,6 persen, turun 7,8 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan efisiensi ini merupakan hasil transformasi digital yang telah dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

3. Imbal hasil kredit tercatat turun

ilustrasi kredit pada scrabble (freepik.com/freepik)

Sementara itu, dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan return on equity (ROE) sebesar 24,3 persen dan return on assets (ROA) sebesar 3,10 persen pada semester I 2026. Menurut Novita, capaian tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

Di sisi margin, imbal hasil kredit tercatat 7,01 persen, turun 74 basis poin (bps) dibandingkan 7,75 persen pada Juni 2025. Imbal hasil kredit ritel UMKM juga turun dari 9,77 persen menjadi 9,13 persen atau turun 64 bps. Sementara itu, net interest margin (NIM) berada di level 4,37 persen, turun 26 bps dari 4,63 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri hingga Juni 2026 mencapai Rp60,7 triliun, naik 10,3 persen dari Rp55,0 triliun pada Juni 2025. Di saat yang sama, total beban turun 5,73 persen menjadi Rp25,6 triliun, dari Rp27,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article