Ilustrasi GoTo. (Dok.GoTo)
Kemudian berkaitan dengan kepemilikan saham, Manajemen GoTo menyampaikan tidak pernah membeli kembali saham sendiri (share buyback) dari Google. Namun, terdapat dua transaksi, di mana GoTo melakukan pembelian saham perusahaan lain dari Google.
Pertama, pada Mei 2021, ketika Gojek dan Tokopedia bergabung menjadi GoTo. Saat itu, perseroan membeli saham Tokopedia dari Google yang merupakan salah satu pemegang saham Tokopedia. Proses serupa juga dilakukan antara perseroan dengan pemegang saham Tokopedia lainnya.
Kedua, pada Oktober 2021, perseroan membeli saham entitas teknologi keuangan milik sendiri, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) dari beberapa investor, termasuk Google. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi yang perlu dilakukan oleh perseroan menjelang Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).
"Dalam kedua transaksi tersebut, para investor memutuskan untuk menginvestasikan kembali dana yang diperoleh dengan membeli saham baru GoTo," sebut Manajemen GoTo.
Adapun hubungan perseroan dengan Google telah terjalin sebelum adanya investasi karena perseroan menjadi pengguna layanan Google sejak 2015 melalui pembelian layanan infrastruktur komputasi awan (cloud), penggunaan layanan peta (maps), dan periklanan digital.
"Google adalah salah satu dari banyak penyedia solusi teknologi yang menyediakan layanan bagi kami, suatu praktik umum yang dilakukan perusahaan teknologi di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kami membayar layanan tersebut menggunakan dana perseroan, dan semua transaksi dicatat sesuai dengan standar akuntansi keuangan Indonesia," kata Manajemen GoTo.