Benarkah Bali Sepi Wisatawan? Begini Fakta Penerbangan dari Kemenhub

- Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa menjelaskan, pada masa kumulatif tersebut atau 18-30 Desember 2025 terdapat sebanyak 929.638 orang bepergian ke Bali menggunakan pesawat.
- Jumlah penumpang pesawat terbanyak ke Bali terjadi pada 28 Desember 2025 atau H-4 tahun baru, yakni sebanyak 82.445 orang.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak menampik adanya penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal itu terlihat dari data jumlah penumpang pesawat secara kumulatif yang mengalami penurunan.
Menhub Dudy Purwagandhi mengungkapkan, penumpang pesawat domestik menuju Bali pada 18-30 Desember 2025 mengalami penurunan sekitar 2 persen.
"Domestik dari 18 sampai 30 (Desember) ada penurunan sedikit sekitar 2 persen, tapi internasionalnya dari 18 sampai 30 plus 5 persen," ujar Dudy kepada awak media, dikutip Kamis (1/1/2025).
1. Lebih dari 900 ribu orang ke Bali naik pesawat

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa menjelaskan, pada masa kumulatif tersebut atau 18-30 Desember 2025 terdapat sebanyak 929.638 orang bepergian ke Bali menggunakan pesawat.
Namun, angka tersebut mengalami penurunan secara presentase jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
"Kalau kumulatif dari tanggal 18 sampai tanggal 30, itu minus 0,6 persen. Minus 0,6 persen artinya lebih kecil dari tahun 2024 dengan waktu yang sama," kata Lukman.
2. Penumpang terbanyak ke Bali terjadi pada H-4 tahun baru

Lebih lanjut Lukman menyampaikan, jumlah penumpang pesawat terbanyak ke Bali terjadi pada 28 Desember 2025 atau H-4 tahun baru, yakni sebanyak 82.445 orang.
Capaian tersebut mengalami peningkatan 12 persen dibandingkan periode sama 2024.
"Peningkatan penumpangnya tidak di domestik, tapi di internasional," ujar Lukman.
3. Hampir extra flight terpakai semua

Di sisi lain, Lukman menyatakan, jumlah penerbangan tambahan alias extra flight hampir terpakai semua. Dari 329 extra flight yang diajukan, sebanyak 294 di antaranya sudah terpakai.
Namun, banyaknya extra flight menuju Bali tidak sejalan dengan jumlah keterisian atau load factor penerbangan yang cuma 70 persen-an.
"Dari situ kita bisa melihat load factor yang terpakai itu totalnya hanya 72,589 persen, dari 18 ke tanggal 30 (Desember 2035). Jadi masih ada seat unutilized, 21.184 seat," ujar Lukman.
















