Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkeu: Dana Rp276 Triliun ke Bank Pelat Merah Hasilnya Belum Optimal

IMG-20251223-WA0025.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Adanya ketidaksesuaian antara kebijakan fiskal dan moneter
  • Purbaya tarik dana Rp75 triliun untuk belanja negara
  • Menkeu optimis pertumbuhan ekonomi capai 6 persen tahun ini
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui penempatan dana sebesar Rp276 triliun ke bank pelat merah dan bank pembangunan daerah tidak memberikan dampak yang sesuai dengan estimasinya.

Ia menjelaskan perkiraaan awalnya, injeksi penempatan dana ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi melaju lebih cepat. Namun injeksi yang berjalan pada awal kebijaksanaan tersebut tak berjalan sesuai dengan keinginannya karena kurangnya sinkronisasi dengan Bank Indonesia (BI).

"Ada dampak kebijakan injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga seperti estimasi saya sebelumnya. Harusnya ekonomi harusnya lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan Bank Sentral," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, dikutip, Kamis (1/1/2026).

1. Sempat ada ketidaksesuaian antara kebijakan fiskal dan moneter

Logo Bank Indonesia
Logo Bank Indonesia

Ia menjelaskan salah satu kendala yang muncul, menurut Purbaya, adalah ketidaksesuaian antara kebijakan fiskal pemerintah dengan kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia (BI). Meskipun demikian, dia menyebutkan dalam satu bulan terakhir, masalah ketidaksesuaian ini sudah berhasil diselesaikan bersama dengan BI.

“Yang penting ke depan, dengan kebijakan yang lebih sinkron antara kami dan bank sentral, ekonomi kita akan tumbuh lebih baik lagi,” tambah Purbaya.

2. Purbaya sempat tarik dana Rp75 triliun untuk kebutuhan belanja negara

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menjelaskan selama injeksi dana ke perbankan, pihaknya sempat menarik dana sebesar Rp75 triliun untuk digunakan dalam belanja negara. Uang tersebut, meskipun tidak langsung masuk ke dalam sistem perbankan, tetap berputar di perekonomian lewat belanja pemerintah yang dapat memberikan dampak positif.

“Kami tarik dan kemudian kami belanjakan lagi, sehingga uang itu tetap berputar dalam sistem ekonomi meskipun tidak langsung ada di bank,” jelas Purbaya.

3. Menkeu optimis pertumbuhan ekonomi capai 6 persen tahun ini

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Purbaya tetap optimistis, laju ekonomi Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Keuangan berencana untuk mempercepat belanja negara di awal tahun 2026. Purbaya juga menegaskan pentingnya komunikasi intensif dengan Gubernur BI dan sinergi yang lebih baik untuk mendukung pemulihan ekonomi.

“Seperti yang Anda lihat, satgas debottlenecking sudah mulai disidangkan, meskipun baru satu kali, namun dari sana saya sudah bisa melihat masalah yang dihadapi oleh pelaku bisnis,” kata Purbaya.

Optimisme dan langkah-langkah koordinasi yang terus dilakukan diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More

6 Sikap yang Harus Dijauhi Agar Keuangan Tidak Semakin Sulit

01 Jan 2026, 21:00 WIBBusiness