Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal I Terjaga Meski Ada Gejolak Global

- KSSK menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal I-2026 tetap terjaga meski tekanan global meningkat akibat volatilitas pasar dan konflik geopolitik.
- Konflik di Timur Tengah disebut sebagai pemicu utama gejolak pasar keuangan global serta lonjakan harga energi yang terus diawasi oleh KSSK.
- Pemerintah bersama KSSK memperkuat koordinasi mitigasi risiko dan menyiapkan stimulus tambahan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026.
Jakarta, IDN Times - Ketua KSSK yang sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal I-2026 masih dalam kondisi terjaga. Sistem keuangan Indonesia masih terbilang stabil di tengah tekanan global meningkat akibat volatilitas pasar keuangan dan eskalasi konflik geopolitik.
KSSK sendiri terdiri dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Menurutnya, dinamika global, terutama konflik di Timur Tengah, masih menjadi faktor utama yang memicu gejolak pasar keuangan internasional, termasuk mendorong kenaikan harga energi dunia.
“Stabilitas sistem keuangan kuartal I dalam kondisi terjaga. Dengan meningkatnya volatilitas pasar keuangan global serta eskalasi konflik geopolitik, kami terus mencermati perkembangan yang ada,” ujar Purbaya dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, memasuki April 2026, ketidakpastian ekonomi global masih tinggi. Karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi ekonomi dan sektor keuangan nasional.
“Dinamika penyelesaian konflik Timur Tengah masih menjadi faktor utama volatilitas pasar keuangan global, terutama terhadap lonjakan harga energi,” katanya.
Purbaya mengatakan, KSSK juga terus memperkuat koordinasi mitigasi risiko, baik antaranggota KSSK maupun bersama kementerian dan lembaga lain. Hal itu menjadi salah satu fokus dalam Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 27 April 2026.
Ia menambahkan, pemerintah tetap mewaspadai seluruh risiko yang berpotensi menekan ekonomi domestik pada kuartal II-2026, meski pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama dinilai masih cukup baik.
“Global masih penuh ketidakpastian, kita akan mewaspadai ini terus. Untuk domestik, kita lihat kuartal pertama pertumbuhan cukup bagus, tapi kita akan melihat seperti apa di kuartal II tahun ini,” ujar Purbaya.
Menurut dia, pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus tambahan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.
“Kita waspadai segala kendala yang mungkin timbul dan melihat semua variabel makro yang ada. Kelihatannya pemerintah juga masih akan memberikan stimulus tambahan untuk perekonomian kuartal II-2026,” ucapnya.


















