Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Purbaya: Motor Listrik Dapat Subsidi Rp5 Juta, Target 100 Ribu Unit

Purbaya: Motor Listrik Dapat Subsidi Rp5 Juta, Target 100 Ribu Unit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
  • Pemerintah menyiapkan subsidi Rp5 juta per unit untuk motor listrik dengan target penyaluran 100 ribu unit guna mempercepat transisi energi nasional.
  • Subsidi mobil listrik bervariasi berdasarkan kapasitas baterai, mulai dari PPN DTP 100 persen hingga 40 persen, dan akan diluncurkan pada awal Juni mendatang.
  • Program ini diharapkan mengurangi impor BBM, memperkuat ekonomi nasional, serta mendorong pengembangan industri nikel dan hilirisasi sumber daya alam Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk setiap motor listrik, dengan target penyaluran mencapai 100 ribu unit. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong transisi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).

Sementara itu, subsidi untuk mobil listrik akan diberikan dalam variasi, mulai dari 100 persen PPN yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga PPN yang hanya ditanggung 40 persen. Besaran subsidi mobil listrik akan disesuaikan dengan kapasitas baterainya.

"Untuk subsidi motor dan mobil listrik, sudah saya bicarakan dengan Bapak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) dan sudah kami infokan ke Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto). Untuk subsidi motor listrik Rp5 juta per unit motor, kalau mobil bervariasi tergantung (kapasitas baterainya)," ungkapnya dalam Konferensi Pers KSSK, Kamis (7/5/2026).

Terkait anggaran yang digelontorkan untuk subsidi kendaraan listrik, Purbaya menegaskan anggaran sudah disiapkan dan telah dihitung kebutuhannya. Stimulus subsidi kendaraan listrik ini dijadwalkan mulai diluncurkan pada awal Juni mendatang. Program ini tidak hanya memudahkan masyarakat beralih ke kendaraan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ada dorongan tambahan di sektor ekonomi. Yang penting adalah peralihan dari BBM ke listrik, sehingga impor BBM maupun minyak kita bisa berkurang. Ini membantu daya tahan ekonomi kita,” tambah Purbaya.

Sebagai informasi, ada beberapa jenis baterai kendaraan listrik yang umum digunakan oleh produsen otomotif. Dua di antaranya, yakni:

  • Nickel-Manganese-Cobalt (NMC)
  • Lithium Iron Phosphate (LFP)

Insentif PPN DTP ini diharapkan tidak hanya mendorong konsumsi mobil listrik di dalam negeri, tetapi juga memperkuat ekosistem industri nikel nasional dan mendukung hilirisasi sumber daya alam Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More