Bogor, IDN Times – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menuju visi 2045 sangat bergantung pada apa yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Direktur Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (Seameo Biotrop) Edi Santoso, mengungkapkan bahwa Indonesia perlu segera mengoreksi kebiasaan mengonsumsi beras poles yang minim nutrisi.
Ia menekankan pentingnya transisi menuju "Beras Segar" untuk mendukung program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, masyarakat Indonesia terjebak pada standar estetika beras yang putih bersih. Padahal, proses poles yang berlebihan justru membuang bagian paling berharga dari bulir padi, yaitu embrio atau mata beras.
"Di negara lain, bagian mata beras (embrio) itu sangat dihargai. Padahal zat-zat terbaik itu sebenarnya bukan dari sari patinya, tapi dari embrionya. Namun di tempat kita, itu malah dibuang," ujar Edi Santoso, kepada IDN Times, Rabu (25/2/2025).
