Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BGN Masih Moratorium Izin SPPG Baru, Pemilik Dapur Diminta Sabar
Konferensi pers rapat koordinasi perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BGN masih memoratorium izin SPPG baru dan meminta pemilik dapur yang belum beroperasi bersabar, termasuk mitra yang telah berutang ke bank untuk membangun fasilitas.
  • Sebanyak 27.485 SPPG sudah beroperasi dan sedang disisir serta ditertibkan agar tata kelola dan pelaksanaannya sesuai standar operasional prosedur.
  • BGN menargetkan pembenahan aturan bersama Kementerian Keuangan dan kementerian/lembaga terkait rampung pada September-Oktober, sebelum menambah SPPG baru agar masalah tidak menumpuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BGN belum memberi izin dapur MBG baru. Pak Sudaryono minta pemilik dapur sabar. Ada orang yang sudah membuat dapur dan pinjam uang ke bank. Sekarang BGN sedang mengecek 27.485 dapur yang sudah jalan supaya aturannya benar. Mereka ingin selesai membereskan ini sampai Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) masih melakukan moratorium penerbitan izin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru.

Kepala BGN, Sudaryono meminta para pihak yang sudah membangun SPPG, namun belum mendapat izin operasional untuk bersabar.

“Jadi kami mohon kesabaran sedikit saja sabar sedikit,” kata Sudaryono dalam konferensi pers perbaikan tata kelola MBG di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

1. Banyak pemilik SPPG dikejar bank karena utang untuk membangun dapur

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudayono. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sudaryono mengatakan, ada sejumlah mitra SPPG yang sudah ditagih bank karena meminjam modal untuk pembangunan dapur.

“Jadi memang banyak yang orang sudah bangun dapur, sudah utang bank, dikejar-kejar bank. Ya kami (manajemen baru BGN) baru sebulan, izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan,” tutur Sudaryono.

2. Sebanyak 27 ribu dapur MBG ditertibkan

SPPG Dawung Kelurahan Jatibarang Ngaliyan Semarang tertutup rapat. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sudaryono mengatakan, saat ini jumlah SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 27.485. Dia mengatakan, pihaknya sedang fokus menyisir dapur-dapur tersebut, dan melakukan penertiban untuk memastikan tata kelolanya baik, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Dia meminta waktu sampai Oktober untuk menyelesaikan permasalahan MBG, termasuk dengan penertiban SPPG.

“Jadi kami izinkan nanti ini nanti di September, Oktober ini kemudian kita kalau sudah jelas peraturannya, fix dari Kementerian Keuangan dan K/L yang berhubungan ini secara aturan beres semua. Jadi tidak ada lagi aturan yang kita langgar yang itu kemudian membuat masalah di kemudian hari,” ujar Sudaryono

3. Tak mau menambah masalah

Ilustrasi: Pengolahan MBG di SPPG Gagaksipat, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)

Dia menegaskan, moratorium ini diperlukan untuk tidak menambah masalah. Sudaryono mengaku, dirinya tak mau ada SPPG baru sebelum SPPG yang sudah beroperasi memiliki tata kelola yang baik.

“Intinya kami di Agustus ini izinkan kami membereskan 27 ribu yang sudah operasional ini tata kelola aturan peraturannya tuh mesti bener dulu. Jangan sampai ini belum beres, kita buka buka buka akhirnya numpuk masalah,” kata dia.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article