Ilustrasi perempuan memegang kartu kredit dan uang tunai dolar AS. (Freepik / benzoix)
Thomas mengungkapkan, permintaan renminbi di pasar domestik telah mencapai 38,9 miliar dolar AS hingga Juli 2026. Angka tersebut sudah mendekati proyeksi BI untuk kebutuhan renminbi sepanjang tahun yang mencapai 40 miliar dolar AS.
“Juli aktual permintaan renminbi di pasar domestik setara 38,9 miliar dolar AS. Proyeksi kami secara internal di BI per tahun 40 miliar dolar AS. Jadi, per Juli saja sudah hampir 100 persen, sementara masih ada sekitar lima bulan lagi,” ungkap Thomas.
BI menilai tingginya permintaan tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap infrastruktur pasar renminbi yang semakin besar di dalam negeri.
Dengan masuknya bank Himbara ke dalam skema Renminbi Clearing Bank, BI berharap struktur pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA) nasional semakin dalam. Kebijakan tersebut juga diharapkan memperkuat implementasi transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).
“Ini suatu kebijakan untuk pendalaman pasar uang dan valas. Kebijakan ini juga untuk mendorong pendalaman tersebut, tetapi juga untuk mendukung stabilitas nilai tukar,” kata Thomas.