Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) terus memompa pasokan likuiditas ke sektor perbankan nasional. Hingga pekan pertama Agustus 2026, suntikan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dikucurkan otoritas moneter tersebut telah menembus angka fantastis Rp446,5 triliun.
Langkah strategis ini diambil guna mempercepat ekspansi kredit ke sektor-sektor prioritas yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan kebijakan makroprudensial longgar ini dirancang searah dengan program strategis pemerintah.
"Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diterima perbankan mencapai Rp446,5 triliun," ujar Destry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
