Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Ramal Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Kerek Inflasi 0,04 Persen
Harga BBM yang tertera di SPBU Pertamina di Kemanggisan, Jakarta Barat, usai harga BBM nonsubsidi naik per 18 April 2026. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Bank Indonesia memproyeksikan kenaikan harga BBM nonsubsidi hanya menambah inflasi sekitar 0,04 persen pada April 2026.
  • Meski ada tekanan dari kenaikan BBM, BI memastikan proyeksi inflasi 2026–2027 tetap terjaga di kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
  • BI bersama pemerintah menguatkan koordinasi lewat TPIP, TPID, dan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera untuk menjaga stabilitas harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 April 2026

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi pada bulan April diperkirakan menambah inflasi sekitar 0,04 persen.

Tahun 2026

Bank Indonesia memproyeksikan inflasi tahun 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen meskipun ada kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Tahun 2027

Proyeksi inflasi untuk tahun 2027 juga dipastikan tetap terjaga dalam koridor sasaran yang sama oleh Bank Indonesia.

Mei 2026

Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dijadwalkan melakukan kick off di Jawa Timur sebagai lanjutan dari kegiatan di Palembang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bank Indonesia memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi akan menambah tekanan inflasi sekitar 0,04 persen pada April 2026.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam konferensi pers resmi.
  • Where?
    Keterangan disampaikan di Jakarta dan mencakup kegiatan pengendalian inflasi yang berlangsung di Palembang serta rencana di Jawa Timur.
  • When?
    Pemaparan dilakukan pada Rabu, 22 April 2026, dengan tindak lanjut program dijadwalkan pada Mei 2026.
  • Why?
    Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai berpotensi memengaruhi inflasi nasional meski dampaknya diperkirakan kecil dan masih dalam kisaran sasaran BI.
  • How?
    Dampak kenaikan BBM dimitigasi melalui koordinasi TPIP dan TPID serta pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera di berbagai daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga bensin yang bukan dapat bantuan naik sedikit. Orang di Bank Indonesia bilang naiknya bikin harga-harga juga naik dikit, cuma 0,04 persen. Tapi katanya nanti semuanya masih aman dan gak tinggi-tinggi. Mereka kerja bareng pemerintah supaya harga tetap tenang. Sekarang juga ada gerakan buat jaga harga makanan dan bikin orang senang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perkiraan Bank Indonesia bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi hanya menambah inflasi sekitar 0,04 persen menunjukkan ketahanan ekonomi yang terjaga. Proyeksi inflasi yang tetap dalam sasaran 2,5 persen ±1 persen mencerminkan efektivitas koordinasi BI dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID, sementara peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera menegaskan komitmen konkret menjaga stabilitas harga secara kolaboratif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan berdampak terhadap inflasi. Kenaikan harga komoditas energi tersebut diproyeksi hanya memberikan tekanan inflasi sekitar 0,04 persen.

"BBM nonsubsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar hanya sebesar 0,04 persenan sekitar itu," kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026).

1. Proyeksi inflasi 2026-2027 tetap terjaga

ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Aida menegaskan, meskipun ada dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, proyeksi inflasi untuk 2026 hingga 2027 dipastikan tetap berada dalam koridor yang ditetapkan. Angka inflasi dipastikan akan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

"Tadi kata Pak Gubernur (BI) bila kita hitung secara keseluruhan pada tahun 2026 maupun 2027 proyeksi inflasi yang kami lihat tetap berada dalam kisaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen," ujarnya.

2. Upaya mitigasi melalui TPIP dan TPID

ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Otoritas moneter terus berupaya memitigasi dampak dari kenaikan BBM nonsubsidi tersebut. Hal itu dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan daerah lewat Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Bagaimana upaya untuk mengurangi ataupun memitigasi dampak dari kenaikan BBM nonsubsidi, seperti diketahui bahwa kami selalu bersama-sama dengan pemerintah pusat dan daerah melakukan pengendalian inflasi," kata Aida.

3. Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera

Ilustrasi pedagang bahan pokok di pasar tradisional (IDN Times/Asrhawi Muin)

Salah satu langkah yang tengah digencarkan adalah melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program tersebut telah dimulai dengan kick off di Palembang, Sumatra Selatan dan akan dilanjutkan di Jawa Timur pada Mei 2026.

"Nanti insyaallah saya pada bulan Mei juga akan melakukan kick off di Jawa Timur. Jadi mohon juga bantuan seluruh teman-teman untuk kita menjaga inflasi bersama melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera," ujar dia.

Editorial Team