Binance (pexels.com/Bastian Riccardi)
Pasar kripto juga menghadapi kekhawatiran setelah Binance mengumumkan penyelidikan terhadap potensi masalah keamanan pada 29 Oktober 2026. Sejumlah analisis transaksi blockchain memperkirakan perpindahan aset mencurigakan mencapai sekitar US$5,5 miliar hingga lebih dari US$6 miliar, meskipun jumlah kerugian akhirnya belum dipastikan. Binance menyatakan dana pengguna tetap aman dan bekerja sama dengan mitra industri untuk menelusuri serta membekukan aset terkait.
Di tengah kondisi tersebut, investor juga perlu memahami bahwa harga Bitcoin tidak selalu mencerminkan kondisi teknis jaringan blockchain. Salah satu indikator yang sering dibahas adalah hashrate, yaitu total kemampuan komputasi yang digunakan para penambang untuk memproses transaksi dan menjaga keamanan jaringan Bitcoin. Perubahan hashrate dapat memberikan gambaran tentang aktivitas dan persaingan penambang, tetapi indikator ini bukan penyebab langsung yang dapat menjelaskan setiap penurunan harga Bitcoin.
Bitcoin anjlok ke US$77 ribu menunjukkan bahwa pasar kripto masih rentan terhadap perubahan sentimen ekonomi dan aktivitas perdagangan. Tekanan dari kondisi global, perubahan arus dana ETF, likuidasi posisi leverage, serta kekhawatiran keamanan bursa dapat saling memperkuat pergerakan harga. Oleh karena itu, investor perlu memahami berbagai faktor tersebut sebelum mengambil keputusan di tengah volatilitas pasar kripto.