Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bitcoin Merosot ke US$80.000, Rapat The Fed Jadi Acuan Harga

4 min read
Bitcoin Merosot ke US$80.000, Rapat The Fed Jadi Acuan Harga
ilustrasi Bitcoin (unsplash.com/Amjith S)
  • Bitcoin sempat turun ke US$79.300 lalu mendekati US$80.000 pada 26 Oktober 2026, dengan level tersebut menjadi patokan psikologis pasar di tengah tekanan jual.
  • Arus dana ETF Bitcoin spot AS berubah cepat: dana masuk besar pada 19 dan 21 Oktober, lalu berbalik menjadi arus keluar bersih US$635,6 juta pada 22 Oktober.
  • Rapat The Fed pada 27–28 Oktober menjadi sorotan karena sinyal suku bunga, sentimen risk-off, dan likuidasi posisi leverage berpotensi memperbesar volatilitas Bitcoin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harganya kembali mengalami penekanan, Bitcoin merosot ke US$80.000 pada Senin (26/10/2026). Pelemahan ini terjadi ketika investor mencermati kondisi pasar global dan menunggu keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Keputusan tersebut berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Pergerakan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas jual beli di pasar kripto. Arus dana investor, kondisi ekonomi Amerika Serikat, dan ekspektasi kebijakan moneter juga dapat memengaruhi harga aset digital ini. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memahami arah harga Bitcoin dalam beberapa hari ke depan.

  1. 1. Harga Bitcoin sempat turun di bawah US$80.000

    ilustrasi chart Bitcoin
    ilustrasi chart Bitcoin (unsplash.com/Kanchanara)

    Bitcoin sempat menyentuh kisaran US$79.300 sebelum kembali bergerak mendekati level US$80.000 pada perdagangan Senin (26/10/2026). Level US$80.000 menjadi perhatian pelaku pasar karena angka bulat seperti ini sering digunakan sebagai patokan psikologis saat mengambil keputusan transaksi. Meski demikian, penurunan di bawah level tersebut tidak otomatis berarti harga Bitcoin akan terus merosot.

    Investor perlu membedakan antara penurunan sesaat dan tren pelemahan yang berlangsung lebih lama. Jika tekanan jual berlanjut, harga dapat menguji level yang lebih rendah sebelum menemukan minat beli baru. Sebaliknya, permintaan yang kembali meningkat dapat membantu Bitcoin memulihkan sebagian penurunannya.

  2. 2. Arus dana ETF Bitcoin perlu dipantau

    ilustrasi uang dan Bitcoin
    ilustrasi uang dan Bitcoin (pexels.com/David McBee)

    Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot merupakan produk investasi yang memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap harga Bitcoin melalui pasar saham tanpa harus membeli dan menyimpan koin secara langsung. Arus dana ETF dapat memberi gambaran mengenai minat investor terhadap produk tersebut, meskipun pergerakannya tidak selalu sejalan dengan harga Bitcoin setiap hari. Ketika dana masuk, pengelola ETF umumnya perlu menyesuaikan kepemilikan asetnya, sedangkan penarikan dana dapat menambah tekanan jual bergantung pada mekanisme produk dan kondisi pasar.

    Data arus dana ETF Bitcoin spot Amerika Serikat menunjukkan dana masuk bersih sekitar US$526,7 juta pada 19 Oktober dan US$23,2 juta pada 20 Oktober 2026. Dana masuk kembali mencapai US$524,8 juta pada 21 Oktober, tetapi berbalik menjadi arus keluar bersih US$635,6 juta pada 22 Oktober. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa minat investor dapat berubah dengan cepat, sehingga data arus dana perlu dibaca bersama pergerakan harga dan kondisi pasar yang lebih luas.

  3. 3. Keputusan suku bunga The Fed akan memengaruhi minat investor

    ilustrasi hukum dan kebijakan
    ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    The Fed dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pada 27–28 Oktober 2026 untuk membahas arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor tidak hanya menantikan keputusan suku bunga, tetapi juga memperhatikan pernyataan bank sentral mengenai inflasi dan prospek ekonomi ke depan. Sinyal kebijakan yang lebih ketat daripada perkiraan pasar dapat mengubah cara investor menilai aset berisiko.

    Suku bunga yang tinggi dapat membuat instrumen seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat lebih menarik bagi sebagian investor karena menawarkan imbal hasil tanpa harus mengambil risiko sebesar aset spekulatif. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat terhadap Bitcoin, yang tidak memberikan bunga atau dividen kepada pemegangnya. Sebaliknya, sinyal pelonggaran kebijakan dapat mendukung minat terhadap aset berisiko, tetapi dampaknya tetap bergantung pada ekspektasi pasar dan faktor ekonomi lainnya.

  4. 4. Sentimen pasar dan risiko likuidasi dapat memperbesar pergerakan

    ilustrasi market cryptocurrency
    ilustrasi market cryptocurrency (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Istilah risk-off menggambarkan kondisi ketika investor mengurangi kepemilikan aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin dapat ikut tertekan ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset yang harganya mudah berubah. Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi, pasar saham, atau kebijakan moneter dapat memperkuat perubahan sentimen tersebut.

    Tekanan harga juga dapat meningkat ketika posisi perdagangan menggunakan leverage, yaitu dana pinjaman untuk memperbesar nilai transaksi. Jika harga bergerak berlawanan dengan posisi investor hingga melewati batas tertentu, bursa dapat menutup posisi secara otomatis melalui proses yang disebut likuidasi. Penutupan posisi secara serentak dapat menambah tekanan jual, sehingga investor perlu memperhatikan risiko tersebut dan tidak hanya mengandalkan satu indikator harga.

    Pergerakan Bitcoin menjelang rapat The Fed dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, Bitcoin merosot ke US$80.000. Kemudian ada arus dana ETF, ekspektasi suku bunga serta sentimen pasar global. Keputusan bank sentral dapat menjadi pemicu volatilitas, tetapi arah harga setelah pengumuman tetap bergantung pada respons investor dan kondisi pasar saat itu. Karena itu, investor sebaiknya memeriksa data terbaru, memahami risiko transaksi, dan tidak menganggap penurunan maupun pemulihan harga sebagai sinyal pasti untuk membeli atau menjual Bitcoin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More