Bos Baru OJK Bakal Prioritaskan Reformasi Integritas Pasar Modal

- Friderica Widyasari Dewi menegaskan reformasi integritas pasar modal jadi prioritas utama OJK 2026–2031, dengan delapan aksi prioritas termasuk peningkatan likuiditas, penguatan data, dan perlindungan investor.
- OJK membentuk task force transformasi pasar modal melibatkan kementerian dan SRO untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kepercayaan investor melalui sinergi lintas lembaga.
- OJK memperkuat pengawasan dan penegakan hukum guna menjaga kredibilitas pasar modal, mendorong transparansi informasi, serta memastikan kepercayaan investor domestik dan global tetap terjaga.
Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031 Friderica Widyasari Dewi menegaskan, akan menempatkan reformasi integritas pasar modal sebagai salah satu prioritas utamanya dalam penguatan industri keuangan ke depan.
Menurutnya, langkah tersebut sebenarnya sudah mulai dijalankan sejak dirinya menjabat sebagai pejabat sementara di OJK. Reformasi integritas pasar modal kini menjadi fokus utama regulator.
“Kita menempatkan reformasi integritas pasar modal sebagai prioritas utama saat ini," ujar Friderica, yang akrab disapa Kiki dalam Konferensi Pers di DPR, Kamis (12/3/2026).
1. Penguatan integritas pasar modal dilakukan melalui delapan aksi prioritas

Kiki menjelaskan, penguatan integritas pasar modal dilakukan melalui delapan aksi prioritas. Beberapa di antaranya, mencakup peningkatan likuiditas pasar, penguatan integritas data, serta perlindungan dan penguatan kepercayaan investor.
Selain itu, OJK juga terus memperkuat langkah penegakan hukum (enforcement) terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi di pasar modal.
“Kita juga melakukan enforcement terhadap kasus-kasus yang terjadi di pasar modal, dan ke depan akan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
2. Sinergi lintas lembaga jadi kunci perkuat tata kelola pasar modal

Untuk mempercepat reformasi tersebut, OJK membentuk task force transformasi pasar modal. Tim ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Self-Regulatory Organization (SRO), hingga pemangku kepentingan lainnya di industri pasar modal.
Menurut Kiki, sinergi lintas lembaga menjadi kunci untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
"Dan kemudian untuk investor selalu kita sampaikan, untuk investor Indonesia selalu kalau berinvestasi lihat fundamentalnya," ujarnya.
2. Saat investasi, investor harus perhatikan fundamental ekonomi

Di sisi lain, ia juga mengingatkan para investor agar tetap berinvestasi dengan memperhatikan fundamental perusahaan dan kondisi ekonomi. Kiki menilai, meskipun dinamika global seperti ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar perlu diperhatikan, investor jangka panjang seharusnya tetap melihat prospek ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
"Kalau long term investor mestinya melihat potensi Indonesia ke depan seperti apa, dan kami yakin sangat baik untuk investor retail terutama untuk berinvestasi di Indonesia," ungkapnya.
Ia mencontohkan, pengalaman saat menghadapi krisis global pada 2008, ketika fundamental ekonomi Indonesia tetap relatif kuat.
“Selama fundamental ekonomi kita bagus dan prospek ke depan juga baik, investor jangka panjang seharusnya melihat potensi Indonesia ke depan,” ujarnya.
3. Tingkatkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi memastikan pihaknya akan memperkuat pengawasan pasar modal dengan mencermati dinamika yang terjadi di pasar, baik yang dipengaruhi kondisi domestik maupun perkembangan geopolitik global.
Menurut Hasan, situasi global yang bergejolak berpotensi mempengaruhi persepsi dan sentimen investor di pasar modal Indonesia. Karena itu, regulator terus meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan pasar.
“Fokus pemantauan kami adalah mencermati dinamika yang terjadi di pasar sebagai dampak kondisi domestik maupun geopolitik global yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi sentimen di pasar modal,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, OJK sejak akhir Januari terus mendorong percepatan reformasi integritas di pasar modal. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kredibilitas pasar serta meningkatkan kepercayaan investor.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain memperkuat penegakan hukum, meningkatkan pengawasan terhadap tingkat kepatuhan pelaku pasar, hingga pemberian sanksi secara terukur terhadap pelanggaran yang terjadi. Selain itu, OJK juga terus mendorong keterbukaan informasi agar investor dapat memperoleh data yang lebih transparan dalam mengambil keputusan investasi.
Di sisi lain, OJK juga fokus mengawal proposal yang diajukan kepada sejumlah penyedia indeks global (index provider). Upaya ini bertujuan meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia di mata investor internasional.
Menurut Hasan, penguatan tata kelola dan transparansi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pasar modal domestik.
“Pada akhirnya kita harapkan pasar modal Indonesia menjadi pasar yang benar-benar kredibel di mata investor, termasuk investor global, serta menjadi tempat investasi yang nyaman bagi para investor,” katanya.


















