Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DPR: 2.600 Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Tanpa Penjagaan Ketat

DPR: 2.600 Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Tanpa Penjagaan Ketat
Wasekjen DPP PKB, Syaiful Huda sebut pencalonan Sohibul Iman bisa jadi boomerang bagi PKS. (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Syaiful Huda menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang tanpa penjagaan yang mengganggu perjalanan kereta dan berpotensi memicu kecelakaan di berbagai daerah Indonesia.
  • Dari total sekitar 3.000–4.000 perlintasan sebidang, hanya lebih dari 1.200 titik yang dijaga, sementara 2.600 lainnya tidak memiliki penjagaan sama sekali.
  • Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur terjadi setelah KRL menabrak taksi di perlintasan tanpa palang pintu, menyebabkan tabrakan lanjutan dengan KA Argo Bromo Anggrek dan menewaskan 14 orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda menyoroti tingginya jumlah perlintasan sebidang yang sering menganggu perjalanan kereta api jarak jauh maupun KRL.

Hal ini disampaikan menyikapi tragedi tabrakan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026). Adapun perlintasan sebidang JPL 85 dekat Stasiun Bekasi Timur tersebut adalah perlintasan tanpa penjagaan.

"Dalam catatan kami saat ini ada sekitar 3.000-4.000 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia, di mana mayoritas perlintasan sebidang ini tanpa penjagaan sehingga kerap memicu kecelakaan kereta," kata Huda kepada wartawan, Selasa (28/4).

Anggota Fraksi PKB DPR RI itu mengatakan, saat ini hanya 1.200 lebih titik perlintasan sebidang yang dijaga baik PT KAI, Pemda, maupun Dishub. Sementara ada 2.600 titik lainnya tanpa penjagaan. Sedangkan sisanya adalah perlintasan liar.

"Dari informasi yang kami terima perlintasan sebidang JPL 85 dekat Stasiun Bekasi Timur adalah perlintasan tanpa penjagaan," kata dia.

Sebelumnya, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.

Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari. Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More