ilustrasi The Fed (vecteezy.com/sasirin pamai)
Powell juga menegaskan bahwa keputusan bank sentral harus tetap independen dari kepentingan politik. Menurutnya, The Fed tidak bekerja untuk mendukung atau melawan tokoh politik tertentu, melainkan fokus menjaga stabilitas ekonomi. Poin ini sangat krusial karena pasar keuangan sangat sensitif terhadap intervensi politik. Jika kebijakan suku bunga dibuat berdasarkan kepentingan jangka pendek pemerintah, dampaknya bisa merusak kepercayaan investor dan memicu volatilitas besar.
Ia juga mengingatkan bahwa membangun institusi demokratis yang kuat itu sulit, tapi menghancurkannya jauh lebih mudah. Dari sini kamu bisa melihat bahwa kepercayaan terhadap lembaga ekonomi bukan sesuatu yang muncul instan, melainkan dibangun dari konsistensi keputusan selama bertahun-tahun. Karena itu, pesan Powell ke mahasiswa Harvard bukan cuma soal angka utang atau inflasi, tapi juga soal pentingnya menjaga institusi tetap profesional. Dalam ekonomi modern, kepercayaan sering kali sama berharganya dengan pertumbuhan itu sendiri. Saat independensi terjaga, pasar biasanya lebih yakin terhadap arah kebijakan jangka panjang.
Obrolan Jerome Powell dengan mahasiswa Harvard memberi gambaran bahwa ekonomi AS masih terlihat kuat, tapi ada beberapa jalur yang mulai mengkhawatirkan. Sorotan terbesar tentu ada pada arah utang negara yang dinilai gak berkelanjutan jika pengeluaran terus lebih besar dari pemasukan. Selain itu, inflasi, konflik geopolitik, dan pentingnya independensi The Fed juga menjadi pesan besar dari diskusi tersebut.
Menariknya, Powell tetap memberi ruang optimisme, terutama untuk anak muda yang siap beradaptasi dengan AI dan perubahan pasar kerja. Dari sini kamu bisa melihat bahwa pesan utamanya bukan sekadar alarm bahaya, melainkan ajakan untuk lebih realistis membaca arah ekonomi global.