BP BUMN Tindaklanjuti Instruksi Prabowo Soal Perlintasan Kereta

- BP BUMN menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk membenahi sekitar 1.800 perlintasan kereta api, termasuk pemasangan pintu dan peningkatan aspek keselamatan transportasi massal.
- Dony Oskaria menegaskan evaluasi total terhadap keamanan transportasi massal dilakukan setelah kecelakaan di Bekasi Timur yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
- Presiden Prabowo menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun guna memperbaiki perlintasan kereta di Pulau Jawa melalui pembangunan pos penjagaan atau flyover demi meningkatkan keselamatan publik.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait 1.800 perlintasan kereta api yang perlu dibenahi, termasuk pemasangan pintu perlintasan. Hal tersebut menyusul kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) yang melibatkan tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuterline.
Pria yang juga Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) itu menyatakan aspek keamanan transportasi massal sebenarnya sudah masuk dalam program kerja BUMN sepanjang 2026.
"Ini sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kami tahun ini, sebagaimana diarahkan Bapak Presiden, bahwa ada kurang lebih 1.800 perlintasan kereta api yang wajib diperbaiki. Harus ada pintunya," katanya di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
1. Keamanan transportasi massal dievaluasi total

Pihaknya kini melakukan evaluasi total terhadap keamanan transportasi massal. Aspek keselamatan (safety) memang telah ditetapkan sebagai fokus utama dalam program kerja tahun ini, terlebih menyusul insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Menindaklanjuti arahan Prabowo terkait penambahan aspek keamanan dalam proses transportasi, mantan Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) itu memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kalau mendengar statement saya di Kereta Api, bahwa tahun ini kami mengutamakan safety, dan memang sudah masuk dalam program kerja. Apalagi dengan kejadian ini, kami melakukan evaluasi total terhadap keamanan transportasi massal kita," ujarnya.
2. Duka cita atas insiden yang menelan korban jiwa

Dony menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas kecelakaan kereta api yang terjadi. Dia pun telah meninjau langsung lokasi kejadian pada malam insiden tersebut yang berujung pada meninggalnya 14 korban.
"Kemarin, tadi malam juga saya di sana ya. Kami turut berdukacita dan prihatin terhadap kecelakaan yang terjadi," tuturnya.
3. Sorotan Prabowo soal perlintasan kereta tak memadai

Presiden Prabowo menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun untuk membenahi sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api (KA) di Pulau Jawa yang masih belum memiliki penjagaan yang memadai.
"Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Saya kira dari zaman Belanda, ya, beberapa puluh tahun saya kira kami akan menyelesaikan semua itu," ujar Prabowo di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk segera memperbaiki perlintasan tersebut, baik dengan pembangunan pos penjagaan maupun flyover.
"Saya sudah perintahkan, kami akan perbaiki lintasan tersebut, entah dengan pos jaga atau flyover. Nanti pelaksanaannya kami tunjuk, dan diperhitungkan hampir Rp4 triliun. Demi keselamatan dan karena kita sangat penting dan butuh kereta api, maka perlu dilakukan itu," kata dia.

















