Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) angkat bicara terkait sejumlah kejanggalan dalam penetapan desil penerima bantuan sosial (bansos). Salah satunya, terdapat tukang becak yang tercatat dalam desil 9, sementara warga yang dinilai berkecukupan justru masuk desil 4.
Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS Setia Pramana mengatakan, kondisi tersebut tidak serta-merta disebabkan kesalahan dalam metode pemeringkatan desil. Menurutnya, ketidaksesuaian dapat terjadi karena data yang digunakan belum diperbarui sehingga tidak lagi mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
"Karena data ini tidak mutakhir dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Jadi yang penting adalah, tidak hanya bicara metodologi di ranking, tapi yang di-ranking itu apa? Datanya harus terkini, akurat, dan mutakhir," ujar Setia dalam diskusi di Politeknik Statistika STIS, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2026).
