BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun pada 2025

- BRI mencatat laba bersih Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,2 persen dari tahun sebelumnya, dengan total aset tumbuh 7,1 persen dan DPK naik 7,4 persen.
- Kredit BRI meningkat 12,3 persen menjadi Rp1.521 triliun, fokus pada segmen UMKM dengan rasio NPL turun ke 3,07 persen dan LAR membaik menjadi 9,6 persen.
- Realisasi KUR mencapai Rp170 triliun untuk 3,8 juta debitur; likuiditas dan permodalan tetap kuat dengan CAR 23,52 persen serta NPL coverage sebesar 178,1 persen.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan laba bersih sepanjang 2025 sebesar Rp57,13 triliun. Angka tersebut turun sekitar 5,2 persen dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai Rp60,3 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan total aset BRI tumbuh 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2.135 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 7,4 persen (yoy) menjadi Rp1.467 triliun, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA).
BRI turut mencatat penurunan cost of fund DPK menjadi 2,9 persen pada akhir 2025, membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 3,1 persen.
"Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba. Hingga akhir 2025, BRI berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp57,13 triliun," ujar Hery dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/2/2026).
1. Laju kredit BRI tumbuh 12,3 persen

Dari sisi intermediasi, kredit BRI tumbuh 12,3 persen (yoy) menjadi Rp1.521 triliun, lebih tinggi dari pertumbuhan kredit perbankan nasional 2025 yang sebesar 9,6 persen. Penyaluran kredit difokuskan pada segmen UMKM.
"Pertumbuhan kredit dua digit tersebut tetap diimbangi prinsip kehati-hatian sehingga kualitas aset terjaga," ujar Hery dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/2).
Hingga akhir triwulan IV 2025, rasio non-performing loan (NPL) tercatat 3,07 persen. BRI juga berhasil menurunkan loan at risk (LAR) dari 10,7 persen pada akhir 2024 menjadi 9,6 persen pada akhir 2025, mencerminkan perbaikan profil risiko kredit.
2. BRI berhasil realisasikan KUR Rp170 triliun

Direktur Treasury dan International Banking BRI, Farida Thamrin, menyatakan pertumbuhan aset 2025 terutama ditopang ekspansi kredit dan peningkatan portofolio surat berharga dengan total kenaikan sekitar Rp167 triliun.
"BRI tetap menjadi penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan realisasi Rp170 triliun kepada 3,8 juta debitur hingga akhir 2025," ujar Farida.
3. Fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan manajemen risiko

Dari sisi likuiditas, loan to deposit ratio (LDR) berada di level 91,4 persen, liquidity coverage ratio (LCR) 136,9 persen, serta net stable funding ratio (NSFR) 117,7 persen—seluruhnya di atas ketentuan minimum regulator sebesar 100 persen.
Permodalan juga terjaga kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 23,52 persen. Sementara itu, rasio pencadangan kredit bermasalah (NPL coverage) tercatat 178,1 persen, menunjukkan bantalan risiko yang memadai.
"Kami tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan manajemen risiko secara prudent, khususnya dalam mendukung pembiayaan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional," kata Farida.

















