Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,7 Triliun di Semester I, Naik 13,6 Persen

Dok.Bank BTN
Dok.Bank BTN
Intinya sih...
  • Laba bersih BTN naik 13,6% menjadi Rp1,7 triliun di semester I-2025
  • Pendapatan bunga kredit naik 23,5%, DPK tumbuh 11,2% hingga Rp406,38 triliun
  • Bale by BTN mencatat transaksi senilai Rp43,1 triliun, total aset BTN capai Rp484,96 triliun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan kinerja positif sepanjang paruh pertama tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun hingga akhir Juni 2025, tumbuh 13,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,5 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mempertajam strategi dan meningkatkan efisiensi proses bisnis di tengah tantangan makroekonomi.

"Di tengah berbagai tantangan makroekonomi dan persaingan yang ketat di industri perbankan, BTN berhasil mencatatkan profitabilitas yang membaik berkat strategi yang dijalankan secara konsisten dan terus melaksanakan fungsi intermediasinya untuk menggerakkan perekonomian rakyat, terutama dari sektor perumahan,” tutur Nixon L,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

1. Laba bersih BTN ditopang pendapatan bunga kredit naik 23,5 persen

Bank BTN (Dok BTN)
Bank BTN (Dok BTN)

Lebih lanjut, pertumbuhan laba bersih BTN terutama ditopang oleh pendapatan bunga kredit yang melonjak 23,5 persen yoy menjadi Rp18,50 triliun. Pertumbuhan ini jauh melampaui kenaikan biaya bunga yang hanya sebesar 2,3 persen yoy, sehingga menghasilkan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp9,34 triliun, naik 55,1 persen yoy.

Dengan racikan strategi BTN di paruh pertama 2025, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) naik 139 basis poin (bps) menjadi 4,4 persen per akhir Juni 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,0 persen. Adapun Cost-to-Income Ratio (CIR) membaik ke level 43,8 persen dari sebelumnya 58,8 persen, yang menunjukkan proses bisnis yang semakin efisien.

Di sisi perolehan dana masyarakat, BTN mampu membukukan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp406,38 triliun hingga semester I-2025, bertumbuh double digit atau 11,2 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp365,38 triliun. Laju DPK BTN tersebut terpantau berada di atas pertumbuhan DPK industri perbankan yang sebesar 6,6 persen yoy per akhir Juni 2025.

"Pertumbuhan DPK BTN sejalan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat mesin pendanaan, terutama dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang berasal dari segmen ritel dan insitusi. Pertumbuhan dana murah BTN tidak terlepas dari upaya perseroan menggencarkan akuisisi pengguna baru dan transaksi aplikasi Bale by BTN," ungkapnya.

1. Nilai transaksi dari Bale BTN tembus Rp43,1 triliun

Tangkapan layar aplikasi BALE by BTN (IDN Times/Dyar Ayu)
Tangkapan layar aplikasi BALE by BTN (IDN Times/Dyar Ayu)

Secara keseluruhan, jumlah user Bale by BTN telah mencapai 2,7 juta hingga akhir semester I-2025, naik 68,8 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 1,6 juta. Sedangkan jumlah transaksi Bale by BTN telah menembus 931,5 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp43,1 triliun selama semester I-2025.

“Lonjakan pengguna Bale by BTN merefleksikan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat terhadap super app yang kami desain untuk melayani ekosistem perumahan dan gaya hidup masa kini yang dinamis. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan user experience dan fitur yang lebih beragam dengan proposisi yang lebih menarik agar semakin mampu menjawab kebutuhan nasabah,” ujar Nixon.

Di tengah beragam tantangan, BTN tetap menjalankan fungsi intermediasi dengan baik, diiringi dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang terus ditingkatkan. Penyaluran kredit dan pembiayaan BTN tercatat tumbuh 6,8 persen yoy menjadi Rp376,11 triliun hingga semester I-2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp352,06 triliun.

Porsi kredit ke sektor perumahan tetap mendominasi, tumbuh 6,2 persen yoy menjadi Rp317,77 triliun, termasuk di dalamnya:

  • KPR Subsidi: Rp182,17 triliun (naik 6,5 persen yoy)

  • KPR Non-Subsidi: Rp110,72 triliun (naik 8,8 persen yoy)

  • Sementara kredit non-perumahan tumbuh lebih tinggi, mencapai Rp58,34 triliun atau naik 10,5 persen yoy.

"BTN berkomitmen mendukung program pembangunan perumahan nasional, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan menyediakan akses pembiayaan yang terjangkau,” ujar Nixon.

3. Total aset BTN capai Rp484,96 triliun

Gedung Bank BTN. (Dok/Istimewa).
Gedung Bank BTN. (Dok/Istimewa).

Seiring dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan serta dana masyarakat, BTN membukukan total aset sebesar Rp484,96 triliun hingga semester I-2025, bertumbuh 6,4 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp455,60 triliun.

Dengan demikian, BTN berkomitmen untuk terus mendukung program pembangunan perumahan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan untuk kepemilikan rumah, termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan turut menggerakkan perekonomian dari sektor perumahan.

"Kami secara proaktif berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan untuk upaya percepatan penyediaan hunian layak dan terjangkau, termasuk melalui kerja sama dengan investor dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Nixon.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us