- Bath Thailand melemah 0,18 persen
- Ringgit Malaysia melemah 0,01 persen
- Rupee India melemah 0,24 persen
- Pesso Filipina melemah 0,41 persen
- Won Korea melemah 11,51 persen
Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan ke Rp17.404 per Dolar AS

- Rupiah dibuka melemah ke Rp17.404 per dolar AS, turun 22 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Tekanan terhadap rupiah dipicu penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak akibat kebuntuan pembicaraan antara AS dan Iran.
- Dari dalam negeri, investor menanti rilis Survei Kepercayaan Konsumen yang diperkirakan turun tipis, dengan proyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot dibuka melemah pada Senin (11/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.404 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 22 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
1. Daftar mata uang yang melemah
Hingga pukul 09.13 WIB, pergerakan mata uang di kawasan melemah.
2. Nilai tukar rupiah diproyeksikan melemah
Analis Doo Financial Futures, Lukman memroyeksikan nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, di tengah penguatan dolar dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar setelah pembicaraan antara AS dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu," tegasnya.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah naik karena pasar mengantisipasi potensi terganggunya pasokan energi global.
3. Harga minyak berpotensi naik
Ia mengatakan, kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah naik karena pasar mengantisipasi potensi terganggunya pasokan energi global.
"Penguatan harga minyak turut menopang pergerakan dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," ucapnya.
Dari dalam negeri, investor juga menanti rilis data Survei Kepercayaan Konsumen. Indeks kepercayaan konsumen diperkirakan turun tipis dari level 122,9 menjadi 122,0, yang mencerminkan sedikit perlambatan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan hari ini.



















