Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Gaji, Gen Z Mulai Sadar Pentingnya Asuransi saat Cari Kerja
ilustrasi asuransi kesehatan (pexels.com/Leeloo The First)
  • Generasi muda mulai menilai fasilitas asuransi sebagai pertimbangan ketika mencari pekerjaan, bukan hanya melihat besaran gaji.

  • Pandemik COVID-19 meningkatkan kesadaran tentang risiko dan kebutuhan perlindungan asuransi.

  • Industri asuransi Indonesia memasuki fase pembenahan melalui penguatan keuangan, digitalisasi, peningkatan SDM, dan penyesuaian produk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
COVID-19

Pandemik COVID-19 membuka kesadaran masyarakat mengenai kebutuhan asuransi. Pengalaman selama pandemik menunjukkan seseorang tidak selalu memiliki uang ketika menghadapi situasi tertentu.

Tahun 2026

Industri asuransi Indonesia disebut memasuki fase reset atau pembenahan besar. Yulius menyampaikan hal itu dalam rangkaian peringatan Hari Asuransi 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Generasi muda mulai mempertimbangkan fasilitas asuransi saat mencari pekerjaan, sementara industri asuransi Indonesia memasuki fase pembenahan besar.
  • Who?
    Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara menyampaikan penilaian tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung Grha AAJI, Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa (20/10/2026), dalam peringatan Hari Asuransi ke-20 Tahun 2026.
  • Why?
    Generasi muda menghadapi kebutuhan perlindungan asuransi, sedangkan industri perlu menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan masyarakat.
  • How?
    Industri melakukan penguatan keuangan, digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, penyesuaian produk, dan edukasi dengan bahasa sederhana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Generasi muda sekarang tidak hanya melihat gaji saat mencari kerja. Mereka juga bertanya apakah tempat kerja punya asuransi. Yulius dari Dewan Asuransi Indonesia melihat kebutuhan itu. Pandemik COVID-19 membuat orang sadar bahwa risiko bisa datang saat uang tidak cukup. Industri asuransi kini sedang membenahi layanan dan menjelaskan manfaatnya dengan bahasa sederhana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meningkatnya perhatian generasi muda terhadap fasilitas asuransi menunjukkan kebutuhan perlindungan mulai dipertimbangkan dalam keputusan kerja. Di sisi industri, fase pembenahan mencakup penguatan keuangan, digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, dan penyesuaian produk. Edukasi dengan bahasa sederhana juga dapat membantu masyarakat memahami pesan mengenai manfaat asuransi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara menilai potensi asuransi di kalangan generasi muda bergantung pada kemampuan industri menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan mereka.

Relevansi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar asuransi dapat menjangkau berbagai generasi, termasuk generasi Z. Yulius juga melihat adanya kebutuhan baru di kalangan generasi muda terhadap perlindungan asuransi.

"Yang paling atas adalah relevansi kita dengan generasi apa lah namanya, mau X, Y, Z, segala macam, dan tetapi saya melihat adanya kebutuhan baru," kata dia dalam peringatan Hari Asuransi ke-20 Tahun 2026 di Gedung Grha AAJI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

1. Asuransi mulai dipertimbangkan selain gaji

ilustrasi asuransi kesehatan (magnific.com/rawpixel.com)

Menurut Yulius, generasi muda mulai mempertimbangkan ketersediaan asuransi ketika mencari pekerjaan. Pertimbangan mereka tidak lagi hanya soal besaran gaji, tetapi mencakup ada atau tidaknya fasilitas asuransi dari perusahaan tempat bekerja.

"Jadi sekarang generasi yang baru ini sudah lebih ngerti. Kalau mau kerja, dia langsung nanya, "Asuransinya ada enggak, Pak?" Gitu. Itu bener enggak berpikir gitu kerjanya? Udah bukan cuman gaji doang, sekarang mau nanya-nanya," ujar dia.

2. Pandemik membuka kesadaran tentang risiko

Ilustrasi asuransi kesehatan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Yulius mengatakan, pandemik COVID-19 membuka kesadaran masyarakat mengenai kebutuhan asuransi. Pengalaman selama pandemik menunjukkan seseorang tidak selalu memiliki uang ketika menghadapi situasi tertentu.

"Jadi, pas COVID itu ada sesuatu yang kita buka, yaitu kebutuhan bahwa ternyata memang kita butuh, kita begini, kita tidak selalu punya uang. Kita tidak selalu punya uang, tapi selalu ada risiko. Jadi punyanya asuransi jadi penting," tuturnya.

3. Industri asuransi RI masuk fase reset

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara. (IDN Times/Trio Hamdani)

Yulius menyebut industri asuransi Indonesia sedang memasuki fase reset atau pembenahan besar, mencakup penguatan keuangan perusahaan, digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga penyesuaian produk dengan kebutuhan masyarakat.

Yulius menyampaikan hal itu dalam rangkaian peringatan Hari Asuransi 2026. Dia menilai, perubahan regulasi yang berlangsung berdekatan membuat industri perlu menyesuaikan diri agar tetap mampu melayani masyarakat.

Selain itu, edukasi mengenai asuransi perlu disampaikan dengan bahasa sederhana agar pesan yang diberikan dapat dipahami masyarakat. Dia menilai, pendekatan edukasi yang terlalu rumit berisiko membuat pesan mengenai manfaat asuransi tidak tersampaikan dengan baik.

Di sisi lain, dia menegaskan industri asuransi tetap berkomitmen melayani masyarakat Indonesia di tengah perubahan yang terjadi. Dia membagi proses pembenahan industri tersebut ke dalam tiga lapisan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article