Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BUMN Dievaluasi Besar-besaran, Fokus di Perbaikan Laba

BUMN Dievaluasi Besar-besaran, Fokus di Perbaikan Laba
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Danantara memulai evaluasi besar-besaran terhadap BUMN dengan meninjau kebijakan akuntansi, kualitas aset, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko untuk memastikan transparansi dan akurasi laporan keuangan.
  • Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas laba, arus kas operasional yang kuat, serta disiplin belanja modal agar kinerja keuangan BUMN lebih sehat dan berkelanjutan.
  • Evaluasi ini diharapkan membuat neraca keuangan BUMN mencerminkan kondisi aktual dan kredibel, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan menciptakan nilai ekonomi nyata bagi negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) membeberkan tahapan dalam proses evaluasi besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan BUMN.

Dalam fokus ‘reset’ BUMN, Danantara mengawalinya dengan melakukan pengkajian secara menyeluruh dan terstruktur terhadap perusahaan-perusahaan BUMN. Proses itu mencakup evaluasi kebijakan akuntansi, kualitas dan pencatatan aset, penguatan sistem tata kelola serta manajemen risiko.

1. Diawali dengan penyehatan BUMN karya

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (1).jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Langkah penguatan itu sebelumnya telah dimulai pada kelompok BUMN karya. Selanjutnya, diperluas secara bertahap ke sektor-sektor lainnya dalam portofolio BUMN.

Fokus utama dari ‘reset’ adalah normalisasi dan peningkatan kualitas aset, penyelarasan pencatatan agar laporan keuangan semakin akurat, wajar, dan terkini sesuai standar akuntansi yang berlaku dan praktik pelaporan keuangan yang diakui secara luas, serta memastikan praktik pengelolaan yang transparan dan prudent.

2. Perbaikan kualitas laba jadi fokus utama

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Danantara Indonesia juga menekankan penguatan fundamental keuangan yang berbasis pada kualitas laba (earnings quality) dan arus kas operasional (operating cash flow) yang kuat, peningkatan EBITDA yang berkelanjutan, disiplin belanja modal (capital expenditure discipline), serta struktur permodalan yang sehat dan terjaga.

Perhatian diarahkan pada optimalisasi return on assets (ROA), perbaikan margin operasional, penguatan kapasitas pemenuhan kewajiban finansial, serta pengelolaan likuiditas yang konservatif dan terukur.

Dengan cara itu, Danantara memastikan kinerja perusahaan tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan nominal, tetapi dalam kemampuan menghasilkan arus kas yang konsisten, menjaga solvabilitas, meningkatkan return on equity (ROE), serta memperkuat kapasitas pembagian dividen secara berkelanjutan bagi negara sebagai pemegang saham.Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas menyampaikan governance reset itu merupakan bagian dari komitmen manajemen baru dalam memastikan pengelolaan BUMN berorientasi pada nilai ekonomi riil dan keberlanjutan jangka panjang.

“Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio,” kata Rohan dikutip dari keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

3. Neraca keuangan harus cerminkan kondisi aktual

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Rohan mengatakan, dengan fokus itu, maka neraca keuangan BUMN akan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel. “Ke depan, ukuran keberhasilan bukan hanya pada besarnya angka di neraca, tetapi pada kualitas laba, kekuatan arus kas, dan kemampuan perusahaan menciptakan nilai ekonomi secara nyata,” ucap dia.

Lebih lanjut, Danantara menyatakan fokusnya adalah membangun fundamental yang menghasilkan uang riil dan dividen berkelanjutan bagi negara. “Pertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan,” tutur Rohan.

Dengan fondasi keuangan yang semakin solid dan disiplin manajemen yang kuat, perusahaan akan lebih fokus pada efisiensi, peningkatan margin operasional, serta penciptaan nilai riil bagi pemegang saham, yaitu negara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More