Bos Danantara: Perminas untuk Optimalkan Potensi Tanah Jarang di RI

- Logam tanah jarang diminati dunia karena nilai tambah tinggi
- Perminas akan kerja sama dengan pihak lain terkait progresnya
- Dibutuhkan BUMN khusus tangani sumber daya mineral
Jakarta, IDN Times - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan, Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas dibentuk sebagai salah satu upaya pemerintah mengoptimalkan potensi tanah jarang (rare earth) di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi mineral tanah jarang yang besar, namun belum mampu dioptimalkan. Karena itu, kehadiran Perminas sangat penting untuk mengelola mineral tersebut.
"Perminas ini untuk tanah jarang atau rare earth yang memang kita potensinya sangat-sangat besar, tapi belum dioptimalisasi, masih jauh dari optimalisasi," kata Rosan di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa (3/2/2026).
1. Logam tanah jarang sangat diminati

Rosan mengatakan, logam tanah jarang saat ini menjadi salah satu komoditas dan kebutuhan yang diminati dunia karena memiliki nilai tambah tinggi. Pemanfaatan logam tanah jarang adalah sebagai komponen utama teknologi kendaraan listrik, elektronik, hingga industri kesehatan dan energi terbarukan.
"Tanah jarang itu kalau dilihat sekarang menjadi suatu kebutuhan dunia yang sangat-sangat tinggi, dan kita punya potensi dan cadangan yang sangat-sangat tinggi juga," ucapnya.
2. Danantara akan kerja sama dengan pihak lain mengenai Perminas

Rosan yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu mengungkapkan, Danantara akan menjalin kerja sama dan komunikasi dengan kementerian/Lembaga (K/L) terkait progres Perminas.
"Kita diminta persiapkan dan kita bekerja sama juga dengan kementerian lainnya," katanya.
3. Perlu ada BUMN khusus tangani sumber daya mineral

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan, saat ini diperlukan sebuah BUMN yang khusus menangani sumber daya mineral.
“Kita membutuhkan satu BUMN yang khusus untuk mengelola sumber daya mineral kita,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya juga memastikan pembentukan Perminas untuk mengelola mineral kritis telah sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Justru itu dari Bapak Presiden (arahan membentuk Perminas), yang diharapkan bisa mengelola mineral-mineral kita, terutama mineral-mineral yang strategis. Maka diminta lah Danantara membentuk satu entitas," katanya.
Prasetyo juga memastikan bahwa pemerintah telah mengantongi daftar tambang mana saja yang akan masuk ke Perminas, selain tambang emas Martabe di Sumatra Utara yang selama ini dikelola PT Agincourt Resources.

















