Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cegah Banjir Berulang, PU Targetkan Sabo Dam Tapteng Rampung Mei 2026

Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah.
Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah. (Dok. Kementerian PU)
Intinya sih...
  • Sabo Dam jadi prioritas tahan material dari hulu
  • Pembangunan sabo dam menjadi prioritas karena berfungsi menahan material bawaan dari hulu sungai yang kerap memicu genangan dan kerusakan saat hujan deras. Sabo dam dirancang untuk menahan puing kayu, batu, hingga pasir yang terbawa arus.
  • Luapan Aek Tukka dan Aek Sigala picu genangan
  • Banjir sebelumnya dipicu luapan Sungai Aek Tukka dan Aek Sigala yang berhulu di DAS Tukka. Curah hujan tinggi membuat anak-anak sungai membawa material dalam jumlah besar ke permukiman warga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara sebagai langkah strategis pengendalian banjir bandang.

Konstruksi ditargetkan selesai pada Mei 2026 melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat. Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan pekerjaan fisik bisa segera dimulai lewat skema tersebut.

"Target bulan Mei 2026 harus selesai. Hari ini mulai proses design and build dan pekerjaan harus segera berjalan," kata Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (17/2/2026).

1. Sabo Dam jadi prioritas tahan material dari hulu

Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah.
Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah. (Dok. Kementerian PU)

Pembangunan sabo dam menjadi prioritas karena berfungsi menahan material bawaan dari hulu sungai yang kerap memicu genangan dan kerusakan saat hujan deras. Dia menjelaskan, sabo dam dirancang untuk menahan puing kayu, batu, hingga pasir yang terbawa arus.

Dia juga meminta pekerjaan dilakukan secepat mungkin. Menurutnya, kondisi banjir bisa kembali terulang apabila hujan turun lebih dari dua jam, sehingga infrastruktur pengendali harus segera tersedia.

"Kita akan percepat pembangunan sabo dam dari hulu karena sabo dam mampu menahan tekanan puing kayu, batu, dan pasir. Saya minta pekerjaan dilakukan cepat," ujarnya.

2. Luapan Aek Tukka dan Aek Sigala picu genangan

Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah.
Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah. (Dok. Kementerian PU)

Banjir sebelumnya dipicu luapan Sungai Aek Tukka dan Aek Sigala yang berhulu di DAS Tukka. Curah hujan tinggi membuat anak-anak sungai membawa material dalam jumlah besar ke permukiman warga.

Aliran pasir, kayu, dan batu tersebut menimbulkan genangan di sejumlah kawasan serta mengganggu aktivitas masyarakat. Menurutnya, meski lokasi berada di hulu dengan akses yang cukup menantang, percepatan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Lokasinya memang berada di hulu dengan akses yang lebih menantang, namun ini menjadi tanggung jawab kita agar masyarakat tidak kembali terdampak banjir,” kata Dody.

3. BBWS Sumatera II lakukan normalisasi dan perbaikan tanggul

Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah.
Pembangunan sabo dam di Tapanuli Tengah. (Dok. Kementerian PU)

Selain membangun sabo dam, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II telah melakukan langkah tanggap darurat dan penanganan lanjutan.

Upaya itu meliputi normalisasi sungai, perbaikan tanggul, pembersihan material kayu dan sedimen, serta penataan lingkungan di sekitar alur sungai.

Untuk mempercepat penanganan, sejumlah alat berat dikerahkan, antara lain backhoe loader, dozer, dump truck, excavator, excavator grappler, excavator long arm, dan excavator mini.

Kementerian PU menyatakan akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir guna menekan risiko bencana berulang, melindungi masyarakat, serta menjaga aktivitas sosial dan perekonomian di Sumatra Utara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More

Cegah Banjir Berulang, PU Targetkan Sabo Dam Tapteng Rampung Mei 2026

17 Feb 2026, 14:07 WIBBusiness