Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober berada di level 146,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.642,4 triliun (kurs Rp18.000 per dolar AS). Capaian ini hanya naik tipis 0,5 miliar dolar AS dibandingkan posisi September sebesar 146,3 miliar dolar AS atau setara RpRp2.633,4 triliun.
"Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," ungkap Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).