Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Supermarket Menentukan Produk yang Harus Didiskon
ilustrasi diskon (pexels.com/Erik Mclean)
  • Supermarket mendiskon produk dengan penjualan melambat atau mendekati kedaluwarsa untuk mempercepat perputaran stok, mengosongkan rak, dan mengurangi potensi kerugian.
  • Sebagian promo berasal dari kerja sama pemasok atau produsen, sehingga supermarket dapat menawarkan harga lebih rendah tanpa menanggung seluruh biaya diskon.
  • Produk kebutuhan harian dan barang relevan dengan Ramadan, liburan, atau hari besar dipromosikan untuk menarik kunjungan, meningkatkan nilai transaksi, serta menyesuaikan pola belanja pelanggan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diskon menjadi salah satu strategi yang paling sering digunakan supermarket untuk menarik perhatian pelanggan. Namun, tidak semua produk bisa mendapatkan potongan harga secara sembarangan. Di balik label promo yang terlihat sederhana, biasanya ada berbagai pertimbangan bisnis yang sudah dihitung dengan matang.

Menariknya, keputusan memberikan diskon bukan hanya bertujuan meningkatkan penjualan. Supermarket juga mempertimbangkan kondisi stok, perilaku konsumen, hingga kerja sama dengan pemasok. Berikut beberapa cara supermarket menentukan produk yang layak didiskon.

1. Melihat kecepatan perputaran stok

ilustrasi diskon (pexels.com/Erik Mclean)

Salah satu indikator utama adalah tingkat perputaran stok atau inventory turnover. Produk yang penjualannya mulai melambat sering dipertimbangkan untuk mendapatkan diskon agar lebih cepat terjual dan tidak terlalu lama memenuhi rak.

Dengan mempercepat perputaran stok, supermarket dapat menyediakan ruang bagi produk baru yang lebih diminati. Strategi ini juga membantu menjaga efisiensi pengelolaan persediaan. Karena itu, produk yang kurang laris sering lebih dulu masuk daftar promo.

2. Memperhatikan masa kedaluwarsa

ilustrasi gudang warehouse (pexels.com/Alexander Isreb)

Produk yang mendekati masa kedaluwarsa sering menjadi kandidat utama untuk didiskon. Langkah ini dilakukan agar barang tetap terjual sebelum melewati batas konsumsi yang aman.

Meski begitu, supermarket tetap harus memastikan produk masih layak dijual sesuai ketentuan yang berlaku. Strategi ini menguntungkan kedua belah pihak karena pelanggan mendapatkan harga lebih murah, sementara supermarket mengurangi potensi kerugian akibat barang yang tidak terjual.

3. Mengikuti strategi dari pemasok

ilustrasi warehouse (pexels.com/Tiger Lily)

Tidak semua diskon berasal dari keputusan supermarket. Dalam banyak kasus, pemasok atau produsen juga memberikan program promosi untuk meningkatkan penjualan produknya di pasar.

Melalui kerja sama tersebut, supermarket dapat menawarkan harga yang lebih menarik tanpa harus menanggung seluruh biaya potongan harga. Inilah sebabnya beberapa merek tertentu sering muncul dalam program promo secara bergantian.

4. Menarik pelanggan ke dalam toko

ilustrasi belanja (pexels.com/Jack Sparrow)

Beberapa produk sengaja didiskon karena memiliki daya tarik yang tinggi bagi konsumen. Produk kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, beras, gula, atau mi instan sering dijadikan produk promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan pelanggan.

Harapannya, pelanggan yang datang untuk membeli produk diskon juga akan membeli barang lain yang tidak sedang dipromosikan. Strategi ini menjadi salah satu cara supermarket meningkatkan nilai transaksi secara keseluruhan.

5. Menyesuaikan momen tertentu

ilustrasi bisnis donat (pexels.com/Lando Dong)

Supermarket juga menentukan produk diskon berdasarkan musim atau momen tertentu. Misalnya saat Ramadan, Tahun Baru, liburan sekolah, atau perayaan hari besar nasional, produk yang relevan dengan kebutuhan pelanggan biasanya lebih sering dipromosikan.

Pendekatan ini membantu supermarket mengikuti perubahan pola belanja masyarakat. Selain meningkatkan penjualan, promo yang sesuai momen juga membuat stok lebih cepat berputar sesuai kebutuhan pasar.

Menentukan produk yang harus didiskon bukanlah keputusan yang dilakukan secara acak. Supermarket mempertimbangkan perputaran stok, masa kedaluwarsa, kerja sama dengan pemasok, strategi menarik pelanggan, hingga momen tertentu agar program promosi berjalan efektif.

Pada akhirnya, diskon bukan hanya menguntungkan konsumen yang mendapatkan harga lebih murah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga penjualan dan mengelola persediaan secara lebih efisien.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article