- PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) menguat 34,62 persen ke Rp35
- PT PP Properti Tbk (PPRO) menguat 33,33 persen ke Rp20
- PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) menguat 31,82 persen ke Rp29
- PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) menguat 31,25 persen ke Rp42
- PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menguat 27,78 persen ke Rp46
- PT Andira Agro Tbk (ANDI) menguat 27,27 persen ke Rp28
- PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) menguat 27,27 persen ke Rp14
- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menguat 26,67 persen ke Rp38
- PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menguat 25 persen ke Rp30
- PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menguat 21,43 persen ke Rp17
- PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) menguat 20,83 persen ke Rp29
- PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) menguat 20 persen ke Rp19
- PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) menguat 18,75 persen ke Rp38
- PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) menguat 18,75 persen ke Rp19
- PT Agung Semesta Sejahtera Tbk (TARA) menguat 18,75 persen ke Rp38
- PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI) menguat 17,39 persen ke Rp27
- PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menguat 17 persen ke Rp234
- PT Intikeramik Alamsri Industri Tbk (IKAI) menguat 15 persen ke Rp23
- PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menguat 14,81 persen ke Rp31
- PT Andalan Perkasa Abadi Tbk (NASA) menguat 14,7 persen ke Rp39
- PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) menguat 14,29 persen ke Rp24
- PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menguat 11,54 persen ke Rp29
- PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) menguat 10,53 persen ke Rp42.
Daftar Saham di Bawah Gocap yang Melaju di Sesi I

BEI menghapus batas harga minimum Rp50, sehingga saham dapat diperdagangkan mulai Rp1 untuk mendorong likuiditas dan membantu investor keluar dari saham yang sebelumnya stagnan.
Sebanyak 23 saham berharga di bawah Rp50 naik lebih dari 10 persen pada sesi I, dipimpin TAMU yang melonjak 34,62 persen ke Rp35 dan PPRO 33,33 persen ke Rp20.
IHSG ditutup melemah 0,97 persen ke 6.181,43; analis menilai faktor eksternal, arus dana asing keluar, pelemahan rupiah, dan minyak dunia lebih dominan daripada kebijakan baru.
Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah menerapkan penghapusan batas harga saham Rp50 per hari ini, Senin (28/9/2026).
Saham emiten Indonesia sudah bisa diperdagangkan mulai Rp1 per lembar. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, penghapusan batas harga saham itu diharapkan bisa menciptakan titik keseimbangan baru sesuai persepsi investor.
Mekanisme ini diharapkan dapat menyuntikkan likuiditas baru sekaligus memberikan jalan keluar bagi investor yang selama ini kesulitan melakukan pemindahan dana (exit) dari saham-saham yang masih bertengger di batas minimum Rp50 per lembar sebelumnya.
“Kalau Rp50 itu sekarang nyangkut dan sepi, mungkin karena konsensus pasar harganya sudah tidak bisa di Rp50. Tapi begitu dibuka maka dia bisa sampai ke angka terendah di Rp1, mungkin akan ketemu nanti di harga saham yang memang dipersepsi oleh investor sebagai harga saham yang wajarnya,” tutur Hasan di Gedung BEI, Jumat (25/9/2026) lalu.
Berdasarkan data IDX Mobile, ada 23 saham dengan harga di bawah Rp50 yang menguat lebih dari 10 persen hingga perdagangan sesi I hari ini.
1. Daftar saham di bawah Rp50 yang melaju hingga sesi I

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko) Berikut daftar harga saham di bawah Rp50 yang melambung hingga perdagangan sesi I ini:
2. IHSG melemah di penutupan perdagangan sesi I

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Auriga Agustina) Meski begitu, sejak pagi tadi, IHSG terus bergerak di zona merah hingga perdagangan sesi I.
IHSG dibuka melemah 16,92 poin 32,14 poin atau 0,51 persen ke level 6.209,75.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 60,46 poin atau 0,97 persen ke level 6.181,43. Level tertinggi IHSG hari ini ialah 6.227,9, dan level terendahnya 6.174,31.
Investor tercatat membukukan transaksi sebesar Rp6,4 triliun dengan volume transaksi yang diperjualbelikan sebesar 21,21 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 1 juta kali.
Selain itu, hanya 203 saham yang menguat, sebanyak 520 saham melemah, dan 240 saham stagnan alias tidak mengalami perubahan.
3. Faktor eksternal lebih mempengaruhi

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko) Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai, pelemahan IHSG hari ini tak semata-mata disebabkan penghapusan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1.
“Memang, implementasi aturan baru tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek karena saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 kini memiliki ruang penurunan maupun kenaikan yang lebih luas,” kata Aji kepada IDN Times.
Dia mencatat, terdapat 92 saham yang keluar dari Papan Pemantauan Khusus/FCA. Kondisi itu menyebabkan terjadinya proses pembentukan harga atau price discovery baru pada sejumlah saham berharga rendah.
Meski begitu, menurut analisis Aji, pelemahan IHSG juga dipengaruhi faktor eksternal dan sentimen yang sudah terbentuk sebelum kebijakan penghapusan batas harga saham itu berlaku.
“Pekan lalu IHSG telah terkoreksi 3,09 persen disertai net foreign outflow sekitar Rp3,5 triliun di pasar reguler,” tutur Aji.
Dia mengatakan, pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia menekan bursa Asia, yang turut berpengaruh ke pasar modal Tanah Air.
“Dengan demikian, saya melihat penghapusan batas minimum Rp50 lebih tepat disebut sebagai faktor tambahan yang memperbesar volatilitas, bukan penyebab tunggal pelemahan IHSG,” tutur Aji.
Aji mengatakan, dalam jangka pendek, volatilitas kemungkinan masih relatif tinggi sampai pelaku pasar mulai menemukan keseimbangan harga baru.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















