Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Celios Ungkap Masyarakat Masuk Survival Mode Pakai Pinjol-Paylater
Ilustrasi Apakah Paylater Termasuk Pinjol? (pexels.com/id-id/@ahsanjaya)
  • Bhima Yudhistira menyebut banyak rumah tangga mengandalkan pinjol karena pendapatan, terutama kelas menengah, tidak cukup menutup kebutuhan pokok.
  • Sebanyak 86 persen pinjaman online digunakan untuk konsumsi per April 2026, sementara transaksi paylater juga banyak dipakai membeli kebutuhan sehari-hari.
  • Bhima mengusulkan perombakan anggaran MBG dan Kopdes, perluasan bansos, serta penurunan PPN untuk menjaga daya beli masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, pinjol kini banyak dipakai untuk kebutuhan pokok?
Vote Now
April 2026

Sebanyak 86 persen pinjaman online digunakan untuk konsumsi, menurut Bhima.

Rabu (5/8/2026)

Bhima menyampaikan kepada IDN Times bahwa banyak rumah tangga mulai bertumpu pada pinjol karena pendapatan tidak cukup menutup kebutuhan pokok.

kini

Masyarakat disebut tidak lagi mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, pinjol kini banyak dipakai untuk kebutuhan pokok?
Vote Now
  • What?
    Bhima Yudhistira mengungkapkan banyak rumah tangga bertumpu pada pinjol, paylater, dan gadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Who?
    Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara serta masyarakat, terutama kalangan kelas menengah.
  • Where?
    Jakarta, dalam keterangan Bhima kepada IDN Times.
  • When?
    Rabu (5/8/2026). Data pinjaman online yang disampaikan merujuk per April 2026.
  • Why?
    Pendapatan, terutama di kalangan kelas menengah, dinilai tidak lagi cukup untuk menutup kebutuhan pokok.
  • How?
    Bhima mengusulkan perombakan anggaran MBG dan Kopdes, perluasan bansos ke kelompok menengah, serta penurunan PPN dari 11 persen menjadi 9 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, pinjol kini banyak dipakai untuk kebutuhan pokok?
Vote Now

Om Bhima bilang banyak keluarga memakai pinjol dan paylater untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Uang dari pekerjaan, terutama untuk orang kelas menengah, katanya belum cukup. Ada juga orang yang memakai gadai. Om Bhima bilang masyarakat sedang bertahan untuk hidup dan meminta pemerintah membuat pekerjaan formal lebih banyak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, pinjol kini banyak dipakai untuk kebutuhan pokok?
Vote Now

Usulan Bhima menempatkan penciptaan lapangan kerja formal di sektor industri sebagai arah penggunaan anggaran MBG dan Kopdes. Ia juga menyebut perluasan bansos bagi kelompok menengah serta penurunan PPN sebagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat yang dinilai terus melemah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, pinjol kini banyak dipakai untuk kebutuhan pokok?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan masyarakat kini tidak lagi mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut dia, banyak rumah tangga mulai bertumpu pada pinjaman online (pinjol) karena pendapatan, terutama di kalangan kelas menengah, sudah tidak lagi cukup menutup kebutuhan pokok.

"Faktanya 86 persen pinjaman online untuk konsumsi per April 2026 dan angkanya terus naik," kata Bhima kepada IDN Times, Rabu (5/8/2026).

1. Masyarakat masuk survival mode

ilustrasi berjuang (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bhima mengatakan, penggunaan layanan paylater juga semakin banyak untuk memenuhi kebutuhan pokok. Menurut dia, lebih dari 40 persen transaksi paylater digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, sementara nilai outstanding paylater telah mencapai Rp56,3 triliun.

Dia memaparkan, sebagian masyarakat juga mengandalkan layanan gadai yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

"Masyarakat sudah masuk survival mode. Bertahan hanya untuk hidup," ujar Bhima.

2. Ketimpangan tabungan berpotensi melebar

Ilustrasi seseorang menyisihkan uang sebagai tabungan untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan, termasuk biaya menonton konser. Foto: (Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)

Bhima mengingatkan ketimpangan kepemilikan tabungan berpotensi semakin lebar apabila kondisi tersebut terus berlanjut. Menurut dia, kesenjangan akan semakin terlihat antara kelompok dengan tabungan di atas Rp5 miliar dan kelompok yang memiliki tabungan di bawah Rp100 juta.

"Kalau dibiarkan jumlah tabungan makin timpang antara kelompok diatas Rp5 miliar dengan dibawah Rp100 juta," tuturnya.

3. Usul rombak anggaran MBG dan Kopdes

Ilustrasi APBN. (Kemenkeu)

Bhima meminta pemerintah segera mengambil langkah yang lebih responsif. Dia mengusulkan perombakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar lebih diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja formal di sektor industri.

"Pemerintah harus responsif lakukan perombakan anggaran MBG dan Kopdes untuk penciptaan lapangan kerja formal di industri. atau segera perluas bansos ke kelompok menengah," paparnya.

Di sisi lain, Bhima menilai tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dapat diturunkan dari 11 persen menjadi 9 persen untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak terus melemah.

Bagikan pandanganmu soal penggunaan pinjol

Menurutmu, pinjol kini banyak dipakai untuk kebutuhan pokok?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article